Seribu Doa dari Setangkai Pohon: Prof Taruna Ikrar Tanam Harapan di Tanah Labuan Bajo

Prof Dr Taruna Ikrar, Kepala BPOM RI, didampingi istri tercinta dr Elfi Ikrar, menanam pohon Ketapang Kencana sebagai simbol doa dan harapan untuk Indonesia di lahan pembangunan Loka POM Manggarai Barat. Penanaman ini menjadi tanda dimulainya pengabdian hijau demi kesehatan, lingkungan, dan masa depan rakyat di ujung timur Nusantara.
  • Prof dr Taruna Ikrar, M.Pharm, Ph.D., Kepala BPOM RI, menanam pohon Ketapang Kencana di Labuan Bajo sebagai simbol doa dan pengabdian untuk Indonesia. Penanaman ini menandai dimulainya pembangunan kantor Loka POM Manggarai Barat—bukti nyata cinta tanah air lewat aksi hijau untuk lingkungan, sehat untuk rakyat, dan kuat untuk negeri.
menitindonesia, MANGGARAI BARAT, NTT – Di tanah Labuan Bajo yang masih perawan, suasana pagi itu begitu hening. Langit biru bersandar tenang di atas barisan bukit dan laut yang menjanjikan. Di tengah lahan yang kelak akan berdiri kantor Loka POM Manggarai Barat, langkah kaki Prof Dr Taruna Ikrar berhenti di satu titik: sebuah lubang kecil yang telah disiapkan. Ia menunduk, menggenggam tanah, dan dengan penuh kesadaran, menanam setangkai Ketapang Kencana.
BACA JUGA:
Labuan Bajo, Surga yang Tersembunyi: Simfoni Keindahan Alam Timur Indonesia
Bukan hanya semata pohon. Bukan juga hanya simbol. Ini adalah doa yang ditanamkan untuk Indonesia — agar tetap kuat, sehat, dan hijau untuk generasi yang akan datang.

Menanam Doa dan Harapan

Dalam kunjungan kerja dan silaturahminya dengan keluarga besar BPOM RI di Labuan Bajo, Senin (14/7/2025), Prof Taruna tidak hanya membawa pesan kelembagaan. Ia datang membawa nilai.

“Setiap pohon yang kita tanam adalah nafas panjang untuk Indonesia. Ini bukan hanya penanaman fisik, tapi spiritual. Kita menanam doa dan harapan,” ungkapnya, didampingi Ketua Dharma Wanita BPOM, dr Elfi Ikrar.
BACA JUGA:
Trans Sulsel Siap Diluncurkan, Tawarkan Layanan Terintegrasi Kereta dan Bandara
Ketapang Kencana, pohon yang kokoh tumbuh di pesisir beriklim keras, dipilih bukan tanpa makna. Pohon ini seperti cermin dari semangat pengawasan obat dan makanan—tetap tegak meski diterpa cuaca ekstrem, tetap teduh meski diterpa tantangan negeri kepulauan.
Penanaman ini menandai dimulainya pembangunan kantor permanen Loka POM Manggarai Barat. Sebuah langkah konkret dalam menghadirkan negara lebih dekat dengan rakyat, terutama dalam menjamin keamanan obat dan makanan di wilayah perbatasan serta destinasi super prioritas seperti Labuan Bajo.

Hijau untuk Lingkungan, Sehat untuk Rakyat, Kuat untuk Indonesia

Kegiatan ini disambut hangat oleh masyarakat sekitar, pemerintah daerah, tokoh adat, dan jajaran BPOM. Ada haru dalam kebersamaan itu. Ada getar doa yang terangkat bersama angin Labuan Bajo. Mereka tidak hanya melihat pohon yang ditanam, tapi niat suci yang tumbuh di baliknya.
Dalam pandangan Prof Taruna, menanam pohon adalah ibadah. Sebuah bentuk bela negara yang senyap tapi berdampak panjang. Karena menjaga bumi, memperbaiki lingkungan, dan menyehatkan rakyat adalah bentuk jihad modern yang paling damai.
“Cinta tanah air tidak harus dalam bentuk senjata. Bisa lewat setangkai pohon dan kerja nyata. Seribu pohon, seribu doa untuk Indonesia,” pungkasnya dengan suara tenang dan mata yang menatap jauh ke hamparan bukit.
Kini, Loka POM Manggarai Barat tidak hanya tentang pembangunan kantor. Di sana telah ditanam nilai: hijau untuk lingkungan, sehat untuk rakyat, dan kuat untuk Indonesia. Dan di antara akar yang mulai menjalar ke tanah, tertanam pula harapan panjang—bahwa dari ujung timur negeri, Indonesia akan tumbuh lebih baik dan lebih bersyukur.
(akbar endra)