Kementrian UMKM Berkunjung ke Maros, Pantau SPPG di Mandai

Kementerian Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) bersama Badan Gizi Nasional (BGN) melakukan kunjungan ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) 01 Mandai.
menitindonesia, MAROS – Kementerian Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) bersama Badan Gizi Nasional (BGN) meninjau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) 01 Mandai, Jumat (29/8/2025).
Kunjungan ini menegaskan peran program Makanan Bergizi Gratis (MBG) dalam memperkuat ekonomi desa dan pelaku UMKM.
Deputi Bidang Usaha Mikro Kementerian UMKM, Riza Damanik, mengatakan 85 persen anggaran MBG digunakan untuk membeli bahan pangan lokal seperti sayuran, ikan, ayam, daging, hingga telur dari petani, pekebun, dan pelaku UMKM.

BACA JUGA:
Bupati Maros Raih Baznas Award 2025 sebagai Kepala Daerah Pendukung Zakat

“Pendapatan mereka kini lebih jelas dan meningkat. Misalnya pembudidaya ikan mendapat permintaan rutin karena SPPG menggunakan ikan dua kali seminggu,” ujarnya.
Ia menambahkan, SPPG Mandai 01 layak diberi predikat Ramah UMKM karena lebih dari 60 persen bahan yang digunakan berasal dari produk UMKM. Hingga kini, sebanyak 10.000 UMKM telah terhubung dengan dapur SPPG di seluruh Indonesia.
Deputi Bidang Penyediaan dan Penyaluran BGN, Brigjen (Purn) Suardi Samiran, menekankan pentingnya menjaga rantai pasok dalam program MBG.
“Rantai ini harus terjaga dari petani, UMKM, hingga ke SPPG agar pasokan bahan segar, harga stabil, dan inflasi terkendali,” katanya.
Bupati Maros, Chaidir Syam, menyebut ada 10 SPPG yang telah beroperasi di wilayahnya. Sebanyak 24 SPPG lain menunggu penilaian BGN dan ditargetkan beroperasi bulan depan.
“Untuk bandeng saja, minimal ada 15 pekerja yang terlibat. Artinya semakin banyak lapangan kerja yang terbuka. Saat ini ada 50 UMKM terhubung langsung, dari total 30 ribu UMKM di Maros,” ungkapnya.