Gantikan Ibu yang Sakit, Remaja 15 Tahun Ini Berangkat Haji dari Maros

Calon Haji asal Maros termuda, baru 15 tahun, Ayu Auliana Safiya. (Bkr)
menitindonesia, MAROS – Di tengah panjangnya daftar tunggu keberangkatan haji yang mencapai puluhan tahun, seorang remaja asal Kabupaten Maros justru mendapat kesempatan menunaikan ibadah haji lebih cepat.
Ayu Auliana Safiya (15) tercatat sebagai jemaah haji termuda asal Kabupaten Maros pada musim haji 2026.
Ayu berangkat menggantikan ibunya yang mengalami sakit sehingga tidak memungkinkan untuk menunaikan ibadah haji tahun ini. Kesempatan tersebut dimanfaatkan Ayu untuk menjalankan rukun Islam kelima di usia yang masih sangat muda.
Saat ditemui usai mengikuti bimbingan manasik haji, Ayu mengaku bersyukur dan bahagia.
“Senang sekali,” ujar Ayu singkat dengan wajah sumringah, Jumat (6/2/2026).
Ayu yang lahir pada 15 April 2010 itu masih berstatus pelajar kelas III SMP. Meski saat ini menempuh pendidikan di Sulawesi Tenggara, Ayu tercatat sebagai jemaah haji melalui kuota keluarga di Kabupaten Maros.

BACA JUGA:
610 Jemaah Calon Haji Maros Berangkat 1 Mei 2026, Masuk Asrama Haji 30 April

Dalam perjalanan ibadah haji nanti, Ayu tidak berangkat sendiri. Ia akan didampingi pamannya selama menjalani seluruh rangkaian ibadah di Tanah Suci.
Sebagai jemaah termuda, Ayu mengaku telah melakukan berbagai persiapan, mulai dari menyiapkan perlengkapan hingga menjaga kondisi fisik.
“Persiapannya pakaian, sama rajin olahraga,” katanya.
Sementara itu, Bupati Maros Chaidir Syam mengatakan Kabupaten Maros tahun ini mendapatkan tambahan kuota haji yang cukup signifikan.
“Insyaallah jemaah Maros berangkat di awal, yakni Kloter 14 pada 1 Mei. Sehari sebelumnya, tanggal 30 April, jemaah sudah masuk asrama,” kata Chaidir saat membuka bimbingan manasik haji.
Tahun ini, kuota haji Kabupaten Maros mencapai 610 jemaah, meningkat dibanding tahun-tahun sebelumnya yang hanya sekitar 315 jemaah. Keberangkatan tersebut juga didampingi satu orang petugas sehingga total rombongan berjumlah 611 orang.
Chaidir menjelaskan, jemaah haji Maros terbagi dalam delapan kelompok terbang. Dari sisi usia, jemaah tertua tercatat berusia 99 tahun, sementara jemaah termuda adalah Ayu yang baru berusia 15 tahun.
Di sisi lain, minat masyarakat untuk menunaikan ibadah haji masih sangat tinggi. Saat ini, daftar tunggu calon jemaah haji di Kabupaten Maros mencapai sekitar 11 ribu orang.
Meski demikian, masa tunggu keberangkatan mulai berkurang. Jika sebelumnya mencapai 35 tahun, kini estimasi waktu tunggu sekitar 26 tahun.
“Sekarang sistemnya sudah diatur. Jadi mendaftar di daerah masing-masing dan berangkat juga dari daerah tersebut,” jelas Chaidir.
Untuk memastikan kesiapan jemaah, Pemkab Maros terus berkoordinasi dengan Kantor Kementerian Urusan Haji dan Umrah serta menggelar manasik haji terintegrasi yang telah dilaksanakan sebanyak 50 kali.
Melalui manasik tersebut, jemaah dibekali pemahaman tata cara ibadah haji, kesiapan mental, fisik, hingga teknis pelaksanaan ibadah di Tanah Suci.
Chaidir juga mengimbau para calon jemaah haji untuk menjaga kesehatan dan mulai melakukan latihan fisik menjelang keberangkatan.
“Ibadah haji membutuhkan stamina yang prima,” tutupnya.