Ratusan Guru PAUD Curhat ke DPRD Maros soal Gaji yang Tidak Dianggarkan

Ratusan guru PAUD Maros saat diterima di ruang Paripurna DPRD Maros. (ist)
menitindonesia, MAROS – Ratusan guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) se-Kabupaten Maros mendatangi kantor DPRD Kabupaten Maros, Rabu (25/2/2026).
Kedatangan mereka untuk menyampaikan aspirasi terkait pembayaran jasa upah yang hingga kini belum jelas dan dinilai melalui proses yang panjang.
Koordinator rombongan, Fitriani, mengatakan ketidakpastian pembayaran berdampak langsung pada kesejahteraan para guru PAUD.
“Kami datang bukan untuk menuntut berlebihan, tetapi hanya meminta kejelasan atas hak kami. Proses yang terlalu panjang tanpa kepastian membuat kami khawatir dan sedih,” ujarnya di hadapan anggota dewan.
Meski menghadapi ketidakpastian, para guru mengaku tetap menjalankan tugas mendidik dan membina anak usia dini secara profesional.

BACA JUGA:
Soal Honor Guru PAUD yang Dihapus, Ini Penjelasan Bupati Maros!

Rombongan guru diterima Ketua Komisi III DPRD Maros, Haeriah Rahman, di ruang rapat utama DPRD.
Dalam pertemuan tersebut, para perwakilan guru berharap DPRD dapat memfasilitasi percepatan penyelesaian pembayaran agar tidak terus berlarut.
Haeriah menyatakan pihaknya akan segera menindaklanjuti aspirasi tersebut dengan memanggil instansi terkait guna mencari solusi.
“Kami akan memanggil pihak terkait untuk mencari solusi terbaik. Aspirasi para guru tentu menjadi perhatian kami,” tegasnya.
Para guru berharap pertemuan ini menjadi langkah awal menuju kepastian pembayaran hak mereka.
“Kami hanya ingin hak kami dibayarkan tepat waktu agar bisa lebih tenang dalam mendidik anak-anak,” tutup salah satu guru.