Kepala BPOM RI Taruna Ikrar: Puasa Bukan Alasan Turunnya Kinerja Aparatur Negara

Kepala BPOM Taruna Ikrar menyampaikan kultum Ramadan setelah shalat Dhuhur di Masjid As-Salam, Kompleks BPOM RI, Jakarta Pusat, Rabu (25/2/2026).
  • Puasa Ramadan memberi manfaat nyata bagi kesehatan otak, stabilitas emosi, dan etos kerja aparatur. Pernyataan itu disampaikan Prof Taruna Ikrar dalam kultum setelah shalat Dhuhur di Masjid As-Salam BPOM RI
menitindonesia, JAKARTA — Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI, Prof. dr. Taruna Ikrar, M.Biomed, Ph.D., mengungkapkan bahwa ibadah puasa pada bulan Ramadan memberikan manfaat nyata bagi kesehatan otak, pengendalian emosi, serta pembentukan etos kerja yang lebih disiplin dan bertanggung jawab. Hal tersebut disampaikannya dalam kultum Ramadan setelah shalat Dhuhur di Masjid As-Salam, Kompleks BPOM RI, Jalan Percetakan Negara, Jakarta Pusat, Rabu (25/2/2026).
BACA JUGA:
Ketika Orang Tua Gagal Mengelola Emosi
Taruna menegaskan bahwa puasa bukan hanya ibadah spiritual, tetapi juga sarana pembentukan ketakwaan yang berdampak langsung pada kualitas mental dan perilaku. Ia merujuk QS Al-Baqarah ayat 183 yang menegaskan tujuan puasa untuk membentuk insan bertakwa melalui pengendalian diri dan konsistensi dalam kebaikan.
Ia juga mengutip hadis Rasulullah SAW yang menyebutkan bahwa pada bulan Ramadan pintu surga dibuka, pintu neraka ditutup, dan setan dibelenggu. Menurut Taruna, pesan tersebut menunjukkan bahwa Ramadan merupakan momentum perbaikan diri secara menyeluruh. Sepuluh hari pertama Ramadan, katanya, menjadi fase adaptasi spiritual untuk melatih disiplin ibadah dan ketahanan diri.
Picsart 26 02 25 14 08 26 791 11zon 1 e1772003430716
Kultum Puasa Kepala BPOM RI

Puasa dan Kesehatan Pembuluh Darah

Selain berdampak pada fungsi otak dan emosi, Taruna menyampaikan bahwa puasa juga berperan dalam membantu membersihkan pembuluh darah manusia. Puasa, menurut dia, mendorong perbaikan metabolisme tubuh dan sistem sirkulasi darah, yang berpengaruh terhadap kesehatan jantung dan organ vital lainnya.
BACA JUGA:
Berstatus Napi Korupsi, Eks Kepala BPKA Sulsel Kembali Jadi Tersangka
Ia menjelaskan bahwa tubuh manusia memiliki jaringan pembuluh darah yang sangat panjang. Jika seluruh pembuluh darah tersebut ditarik dan disambung, panjangnya dapat mencapai sekitar 45 kilometer. Karena itu, menjaga kesehatan pembuluh darah menjadi hal penting yang dapat didukung melalui pola hidup sehat, termasuk menjalankan puasa dengan benar dan disiplin.
Dalam konteks organisasi, Taruna menekankan bahwa manfaat puasa seharusnya tercermin dalam sikap dan kinerja aparatur. Ramadan, katanya, perlu melahirkan pribadi yang lebih teliti, berintegritas, dan bertanggung jawab dalam menjalankan amanah, khususnya dalam tugas pengawasan obat dan makanan.
Ia juga menyinggung peristiwa Perang Badar dan Fathu Makkah yang terjadi pada bulan Ramadan sebagai bukti bahwa puasa tidak melemahkan mental maupun kepemimpinan. Sejarah tersebut, menurut dia, menunjukkan bahwa puasa justru dapat memperkuat keteguhan prinsip dan daya juang.
Menutup kultumnya, Taruna mengutip hadis Rasulullah SAW tentang keutamaan berpuasa Ramadan dengan iman dan mengharap pahala. Ia berharap Ramadan tahun ini menjadi momentum pembentukan pribadi yang lebih sehat, disiplin, dan produktif, serta berdampak positif pada kualitas pengabdian kepada masyarakat.