BI Siapkan 7 Jurus Jaga Rupiah, Intervensi hingga Pembatasan Dolar Diperketat

Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo. (ist)
menitindonesia, JAKARTA — Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, menyiapkan tujuh langkah strategis untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.
Langkah tersebut telah dilaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto dalam pertemuan di Istana Kepresidenan, Selasa (5/5/2026).
“Kami melaporkan kepada Pak Presiden dan mendapat penguatan untuk tujuh langkah penting agar rupiah tetap kuat dan stabil,” ujar Perry.
Langkah pertama, BI akan terus melakukan intervensi di pasar spot dan transaksi derivatif valuta asing, termasuk Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF), baik di dalam maupun luar negeri.
Cadangan devisa Indonesia yang mencapai USD 148,2 miliar per akhir Maret 2026 disebut menjadi amunisi utama untuk menjaga stabilitas tersebut.

BACA JUGA:
Rapat Tertutup di Hambalang, Prabowo Bahas Pendidikan hingga Pertahanan

Kedua, BI bersama pemerintah akan mengoptimalkan instrumen Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) guna menarik aliran modal asing masuk.
Ketiga, BI juga memperkuat koordinasi dengan Kementerian Keuangan melalui pembelian Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder. Hingga saat ini, BI telah menggelontorkan Rp123,1 triliun untuk pembelian SBN.
Keempat, menjaga likuiditas perbankan tetap longgar menjadi fokus utama. BI memastikan pertumbuhan uang primer tetap tinggi, yang terakhir tercatat tumbuh 14,1% secara tahunan.
Kelima, BI memperketat pembelian dolar AS di pasar domestik. Batas pembelian diturunkan dari USD 100 ribu menjadi USD 50 ribu per orang per bulan.
Bahkan, untuk transaksi di atas USD 25 ribu, BI akan mewajibkan adanya underlying transaksi.
Keenam, BI memperkuat intervensi di pasar offshore non-deliverable forward (NDF) serta membuka ruang bagi bank domestik untuk bertransaksi di pasar luar negeri.
Langkah ini diharapkan dapat menambah pasokan valuta asing dan menstabilkan nilai tukar rupiah.
Ketujuh, BI akan menggandeng Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk memperketat pengawasan terhadap bank dan korporasi yang memiliki aktivitas pembelian dolar AS dalam jumlah besar.
“Kami akan pastikan stabilitas sistem keuangan tetap terjaga melalui koordinasi erat dengan OJK,” tegas Perry.
Dengan tujuh langkah ini, BI optimistis tekanan terhadap rupiah dapat diredam dan stabilitas ekonomi nasional tetap terjaga di tengah dinamika global.