menitindonesia, MAKASSAR — Ekonomi Sulawesi Selatan tancap gas pada triwulan I 2026. Badan Pusat Statistik mencatat pertumbuhan mencapai 6,88 persen secara tahunan (year-on-year/yoy), sekaligus diikuti peningkatan penyerapan tenaga kerja.
Kepala Badan Pusat Statistik Sulsel, Aryanto, menyebut capaian ini menunjukkan ekonomi daerah tetap solid di tengah dinamika global.
“Sulawesi Selatan tumbuh 6,88 persen (yoy),” ujarnya, Selasa (6/5/2026).
Pada periode tersebut, nilai tambah ekonomi Sulsel mencapai Rp191,28 triliun (atas dasar harga berlaku).
Seiring pertumbuhan itu, jumlah penduduk bekerja juga meningkat signifikan. Tercatat sebanyak 4,75 juta orang bekerja, naik sekitar 170,9 ribu orang dibanding tahun sebelumnya.
Tak hanya jumlah, kualitas pekerjaan juga membaik. Proporsi pekerja penuh waktu naik menjadi 62,49 persen, sementara tingkat setengah pengangguran turun ke 6,17 persen dari sebelumnya 8,05 persen.
Struktur ekonomi Sulsel masih ditopang sektor utama seperti pertanian, perdagangan, industri pengolahan, dan konstruksi.
Sektor pertanian menjadi kontributor terbesar terhadap PDRB dengan porsi 23,71 persen, sekaligus menyerap tenaga kerja paling banyak, mencapai 34,06 persen atau sekitar 1,62 juta orang.
Secara nasional, Sulsel masuk dalam enam besar provinsi dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi, melampaui sejumlah daerah besar seperti Jawa Timur hingga DKI Jakarta.
Kontribusi Sulsel terhadap ekonomi nasional tercatat sebesar 3,10 persen, memperkuat perannya sebagai motor ekonomi di kawasan timur Indonesia.
Pemerintah Provinsi Sulsel di bawah kepemimpinan Andi Sudirman Sulaiman dan Fatmawati Rusdi terus mendorong pertumbuhan berbasis sektor riil.
Fokus diarahkan pada penguatan pertanian, hilirisasi komoditas, serta pembangunan infrastruktur untuk memperluas konektivitas.
Kepala Biro Perekonomian Setda Sulsel, Syamsul, menyebut capaian ini merupakan hasil sinergi berbagai pihak.
“Pertumbuhan ini menunjukkan kebijakan yang fokus pada sektor produktif dan penciptaan lapangan kerja mulai berdampak nyata,” ujarnya.
Ia menegaskan, pemerintah akan menjaga momentum ini dengan memperkuat program yang langsung menyentuh masyarakat, termasuk penciptaan lapangan kerja dan peningkatan produktivitas.
Dengan tren ini, pertumbuhan ekonomi Sulsel dinilai tidak hanya tinggi secara angka, tetapi juga semakin berkualitas karena berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.