menitindonesia, MAKASSAR — Kota Makassar kembali dipercaya menjadi tuan rumah agenda internasional bergengsi. Sebanyak 149 delegasi dari 49 negara dijadwalkan hadir dalam Indonesia Gastrodiplomacy Series (IGS) Diplomatic Tour 2026 yang berlangsung pada 23–25 Juni mendatang.
Momentum ini langsung dimanfaatkan Pemerintah Kota Makassar untuk mendorong investasi global masuk ke ibu kota Sulawesi Selatan tersebut.
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menegaskan IGS 2026 bukan sekadar forum diplomatik biasa, melainkan ruang strategis memperkenalkan Makassar sebagai kota investasi yang terbuka dan kompetitif di kawasan timur Indonesia.
“Kegiatan ini bukan hanya seremoni. Kita ingin forum ini menjadi pintu masuk kerja sama konkret dan investasi nyata bagi Kota Makassar,” tegas Munafri saat memimpin rapat koordinasi persiapan IGS 2026 di Balai Kota Makassar, Rabu (6/5/2026).
Ajang internasional ini akan menghadirkan delegasi dari 31 negara anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) serta 18 negara sahabat lainnya. Pemerintah Kota Makassar menargetkan forum tersebut melahirkan kerja sama bisnis hingga penandatanganan investasi lintas negara.
Munafri, yang akrab disapa Appi, meminta seluruh organisasi perangkat daerah bergerak cepat menyiapkan agenda bisnis, sektor unggulan, hingga penyambutan delegasi internasional secara maksimal.
Menurutnya, pendekatan gastrodiplomasi yang memadukan kekuatan budaya, kuliner, dan jejaring internasional menjadi peluang besar memperluas pasar sekaligus menarik investor asing.
“Forum internasional ini harus dimanfaatkan maksimal. Jangan hanya jadi ajang diskusi tanpa hasil. Kita ingin ada investasi yang berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi daerah,” ujarnya.
Appi juga menekankan pentingnya keterlibatan dunia usaha lokal dalam forum tersebut. Ia meminta Kadin, Hipmi, Apindo, hingga dewan investasi kota dilibatkan secara serius melalui proses kurasi ketat.
“Tidak perlu banyak, tapi yang hadir benar-benar siap untuk investasi dan kolaborasi bisnis internasional,” katanya.
Selain itu, Pemkot Makassar juga menyiapkan sejumlah proyek strategis daerah untuk ditawarkan kepada investor, termasuk potensi pengembangan kawasan Untia.
Appi bahkan menargetkan forum bisnis dalam IGS 2026 menghasilkan penandatanganan kerja sama atau memorandum of understanding (MoU) dengan nilai investasi yang jelas.
“Saya ingin ada hasil nyata. Kalau dari kegiatan ini lahir investasi besar yang masuk ke Makassar, berarti kita berhasil,” tegas politisi Golkar tersebut.
Sementara itu, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Makassar, Mario Said, mengatakan persiapan pelaksanaan IGS 2026 terus dimatangkan bersama Kementerian Luar Negeri.
Rencananya, kegiatan akan dipusatkan di Hotel Indra Makassar dengan agenda utama berupa forum business matching atau pertemuan bisnis langsung antara pelaku usaha lokal dan delegasi negara peserta.
“Kami sedang melakukan kurasi terhadap profil perusahaan dan potensi investasi daerah agar benar-benar siap dipromosikan ke investor internasional,” ujar Mario.
Ia menyebut IGS 2026 juga menjadi peluang besar bagi pelaku usaha Makassar untuk memperluas pasar ekspor, khususnya ke kawasan Timur Tengah.
“Kita ingin pelaku usaha yang selama ini ekspor ke Jepang, Eropa, dan Amerika bisa mulai menembus pasar negara-negara OKI dan Timur Tengah,” jelasnya.
Pemkot Makassar optimistis pelaksanaan IGS 2026 akan semakin memperkuat posisi Makassar sebagai pusat perdagangan, investasi, dan diplomasi ekonomi di kawasan Indonesia Timur.