Sejak awal 2026 hingga 18 Mei, Bulog disebut telah merealisasikan pengadaan sebanyak 2,8 juta ton atau sekitar 70 persen dari target penyerapan tahunan sebesar 4 juta ton.
Berdasarkan tren tersebut, pemerintah memproyeksikan penyerapan beras dan setara beras hingga akhir semester I 2026 bisa mencapai 3,3 juta ton.
Angka itu setara 82 persen dari target tahunan dan meningkat 25,54 persen dibanding realisasi periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 2,65 juta ton.
“Angka ini naik 25,54 persen dari realisasi tahun sebelumnya,” kata Sudaryono.
Ia optimistis target penyerapan beras nasional tahun ini dapat tercapai karena Indonesia masih memiliki potensi panen yang cukup besar dalam beberapa bulan ke depan.
Sebagai gambaran, potensi luas panen pada Mei diperkirakan mencapai 929 ribu hektare, sementara pada Juni diproyeksikan sekitar 841 ribu hektare.
Dengan kondisi tersebut, pemerintah yakin penyerapan beras pada semester II akan semakin memperkuat cadangan pangan nasional.
“Pada Juli hingga Desember, target pengadaan sebesar 670 ribu ton atau naik 24,16 persen dari tahun sebelumnya,” pungkasnya.