Pemprov Sulsel Dorong Smart City Mamminasata, Layanan Publik Ditarget Makin Cepat dan Terintegrasi

Suasana Focus Group Discussion (FGD) Pendampingan Smart City Metropolitan Mamminasata. (ist)
menitindonesia, MAKASSAR — Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan mempercepat pengembangan konsep Smart City di kawasan Metropolitan Mamminasata sebagai langkah menjawab berbagai tantangan perkotaan, mulai dari kemacetan lalu lintas, pengelolaan sampah, hingga peningkatan kualitas layanan publik berbasis digital.
Komitmen tersebut mengemuka dalam Focus Group Discussion (FGD) Pendampingan Smart City Metropolitan Mamminasata yang digelar di Ruang Command Center Kantor Gubernur Sulsel, Rabu (10/6/2026).
Kawasan Mamminasata yang meliputi Kota Makassar, Kabupaten Gowa, Maros, Takalar, dan Pangkep, selama ini menjadi pusat pertumbuhan ekonomi terbesar di Indonesia Timur dengan tingkat mobilitas masyarakat yang terus meningkat dari tahun ke tahun.
Tingginya aktivitas masyarakat di kawasan metropolitan tersebut dinilai menuntut hadirnya sistem layanan publik yang lebih cepat, terintegrasi, dan berbasis teknologi.
Sekretaris Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian (Kominfo SP) Sulsel, Sultan Rakib, mengatakan perkembangan kawasan metropolitan tidak bisa dilepaskan dari berbagai persoalan perkotaan yang semakin kompleks, terutama kemacetan akibat pertumbuhan penduduk dan aktivitas ekonomi.

BACA JUGA:
BPS RI Pilih Sulsel Jadi Provinsi Perdana Pencanangan Sensus Ekonomi 2026

Menurutnya, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan di bawah kepemimpinan Gubernur Andi Sudirman Sulaiman dan Wakil Gubernur Fatmawati Rusdi terus mendorong penerapan konsep smart mobility sebagai salah satu solusi.
Salah satunya melalui pengembangan layanan transportasi publik Trans Andalan Sulsel yang telah terintegrasi dengan sistem digital untuk memudahkan masyarakat mengakses informasi perjalanan secara real time.
“Kemacetan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari perkembangan kota metropolitan saat ini. Karena itu, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan terus menghadirkan solusi melalui konsep smart mobility, salah satunya lewat layanan Trans Andalan Sulsel yang dapat diakses melalui aplikasi digital,” ujar Sultan Rakib.
Selain memperkuat sistem transportasi publik, Pemprov Sulsel juga terus mendorong pembangunan dan peningkatan infrastruktur jalan serta jembatan guna memperkuat konektivitas antarwilayah di kawasan Mamminasata.
Menurut Sultan, pendampingan Smart City menjadi momentum penting untuk mempercepat transformasi digital sekaligus memperkuat kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah dalam menghadirkan pelayanan publik yang lebih efektif dan responsif.
“Kami berharap kegiatan ini menjadi langkah bersama untuk mendorong transformasi digital di Indonesia, khususnya di Sulawesi Selatan, agar pelayanan publik menjadi lebih cepat, efektif, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat,” katanya.
Sementara itu, Direktur Layanan Aplikasi Informatika Pemerintahan Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Komunikasi dan Digital, Aris Kurniawan, menegaskan bahwa digitalisasi kini bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan yang harus segera diwujudkan oleh setiap daerah.
Menurutnya, pertumbuhan urbanisasi yang pesat dan perkembangan teknologi digital menghadirkan tantangan baru yang membutuhkan solusi berbasis inovasi.
“Pertumbuhan urbanisasi dan digitalisasi merupakan dua hal yang tidak bisa dihindari. Tantangannya adalah bagaimana menghadirkan solusi berbasis teknologi yang memberikan nilai tambah bagi pemerintah daerah maupun masyarakat,” ujarnya.
Aris menjelaskan, kawasan Mamminasata saat ini telah berkembang menjadi wilayah yang saling terhubung. Mobilitas masyarakat lintas daerah semakin tinggi, mulai dari warga yang tinggal di Gowa namun bekerja di Makassar, hingga masyarakat Maros dan Takalar yang memiliki aktivitas harian di pusat metropolitan.
Kondisi tersebut membuat kebutuhan terhadap layanan publik yang cepat, mudah diakses, dan berkualitas semakin tinggi.
“Tuntutan masyarakat terhadap layanan publik semakin tinggi. Mereka menginginkan layanan yang cepat, mudah, bahkan gratis. Karena itu, digitalisasi menjadi sebuah kewajiban yang tidak bisa kita abaikan,” tegasnya.
Selain kemacetan, kawasan metropolitan juga menghadapi persoalan lain seperti pengelolaan sampah, banjir, penurunan kualitas udara, hingga lonjakan jumlah kendaraan akibat tingginya akses pembiayaan kendaraan bermotor.
Karena itu, pengembangan Smart City Mamminasata diharapkan tidak hanya meningkatkan efisiensi tata kelola pemerintahan, tetapi juga mampu menghadirkan solusi konkret terhadap berbagai persoalan perkotaan sekaligus memperkuat daya saing Sulawesi Selatan di era digital.
Melalui program pendampingan ini, pemerintah pusat dan daerah ditargetkan dapat menyusun langkah strategis berbasis teknologi untuk memastikan transformasi digital benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat di seluruh kawasan metropolitan Mamminasata.