Menteri Haji dan Umrah RI, Mochamad Irfan Yusuf atau Gus Irfan saat mendatangi rumah almarhum Sangkala yang meninggal saat menunaikan ibadah haji di Arab Saudi. (ist)
menitindonesia, MAROS – Menteri Haji dan Umrah RI Mochamad Irfan Yusuf atau Gus Irfan mendatangi rumah duka almarhum Sangkala, jemaah haji asal Kabupaten Maros yang meninggal dunia saat menunaikan ibadah haji di Arab Saudi.
Kunjungan berlangsung di kediaman almarhum di Desa Bori Kamase, Kecamatan Maros Baru, Kabupaten Maros, Minggu (14/6/2026).
Dalam suasana penuh haru, Gus Irfan duduk bersama keluarga besar almarhum. Ia didampingi Bupati Maros Chaidir Syam, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Sulawesi Selatan Ikbal Ismail, serta Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Maros Ahmad Ihyadin.
Sangkala tercatat sebagai jemaah haji Kloter UPG 20. Ia meninggal dunia di Arab Saudi pada Sabtu (6/6/2026) pukul 14.24 waktu setempat.
Gus Irfan mengatakan kehadiran pemerintah di tengah keluarga jemaah yang wafat merupakan bentuk penghormatan sekaligus tanggung jawab moral negara kepada para tamu Allah yang meninggal saat menjalankan ibadah haji.
“Saya juga meminta kepada kepala kantor haji seluruh Indonesia untuk bertakziah kepada keluarga jemaah yang wafat di Tanah Suci,” kata Gus Irfan.
Dalam kesempatan itu, Gus Irfan juga mengungkap perkembangan terbaru penyelenggaraan ibadah haji 2026. Berdasarkan laporan yang diterimanya, jumlah jemaah haji Indonesia yang meninggal dunia di Tanah Suci mencapai sekitar 290 orang.
Meski demikian, angka tersebut masih lebih rendah dibandingkan musim haji tahun sebelumnya.
“Tetapi kami juga agak khawatir karena beberapa hari terakhir jumlahnya meningkat,” ujarnya.
Menurut Gus Irfan, pihaknya terus memantau kondisi kesehatan jemaah yang masih berada di Arab Saudi. Ia telah menginstruksikan seluruh petugas kesehatan dan petugas haji untuk meningkatkan pengawasan terhadap jemaah, terutama di tengah cuaca panas ekstrem.
Saat ini suhu udara di sejumlah wilayah Arab Saudi mencapai sekitar 45 derajat Celsius. Kondisi tersebut dinilai berisiko memicu gangguan kesehatan, khususnya bagi jemaah lanjut usia dan mereka yang memiliki penyakit penyerta.
“Jemaah harus terus dijaga dan dipantau kesehatannya,” tegasnya.
Di sisi lain, proses pemulangan jemaah haji Indonesia ke Tanah Air terus berlangsung. Gus Irfan menyebut hampir 50 persen jemaah Indonesia telah kembali ke Indonesia, sementara sisanya dipulangkan secara bertahap sesuai jadwal.
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Maros Ahmad Ihyadin mengungkapkan almarhum Sangkala memiliki riwayat gangguan paru-paru sebelum berangkat ke Tanah Suci.
Menurutnya, kondisi kesehatan almarhum sudah menjadi perhatian sejak dalam perjalanan menuju Arab Saudi. Bahkan, dua hari sebelum meninggal dunia, kondisi fisiknya sempat menurun dan mengalami penurunan nafsu makan.
“Sempat diberi semangat karena dijadwalkan kembali ke Maros pada 15 Juni,” kata Ihyadin.