menitindonesia, MAKASSAR – Sekretaris Daerah Kota Makassar Andi Zulkifly meminta seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) memperkuat kolaborasi untuk menghadapi penilaian Lomba Desa dan Kelurahan Berprestasi Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan.
Arahan itu disampaikan Andi Zulkifly saat memimpin rapat persiapan penjaringan desa dan kelurahan berprestasi di Gedung MGC Makassar, Senin (15/6/2026).
Menurutnya, sinergi lintas perangkat daerah menjadi faktor penentu keberhasilan karena pelaksanaan lomba tahun ini berbeda dari sebelumnya. Penilaian dilakukan secara tematik dengan mengusung tema Transformasi Kelurahan sebagai Pilar Ketahanan Nasional Menuju Indonesia Emas.
“Tahun ini yang berbeda adalah lomba kelurahan dilaksanakan secara tematik. Karena itu seluruh perangkat daerah harus memahami indikator penilaian dan menjalankan tugas sesuai tupoksi masing-masing. Kolaborasi menjadi kunci agar seluruh aspek yang dinilai dapat dipenuhi secara optimal,” kata Andi Zulkifly.
BACA JUGA:
Menhaj RI dan Wali Kota Makassar Sambut Jemaah Haji Kloter 17 yang Pulang dari Tanah Suci
Mantan Camat Ujung Pandang itu menjelaskan, terdapat tiga indikator utama yang menjadi fokus penilaian.
Pertama, pengembangan ekonomi melalui pemberdayaan UMKM dan koperasi. Untuk mendukung indikator tersebut, Dinas Koperasi dan UKM diminta menjadi leading sector dalam pembinaan UMKM di Kelurahan Gunung Sari, termasuk penguatan kelembagaan Koperasi Merah Putih.
“Pengembangan ekonomi, UMKM, dan koperasi menjadi indikator utama. Seluruh UMKM harus dibina dengan baik sesuai regulasi, termasuk memastikan koperasi aktif karena itu menjadi salah satu ukuran penting dalam penilaian,” ujarnya.
Indikator kedua berkaitan dengan ketangguhan lingkungan serta kesiapsiagaan menghadapi bencana dan perubahan iklim.
Karena itu, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Sosial, dan perangkat daerah terkait diminta memperkuat pengelolaan sampah, pengembangan bank sampah, edukasi mitigasi bencana, hingga program ketahanan pangan masyarakat.
Sementara indikator ketiga menyangkut ketahanan daerah dalam pengendalian inflasi. Dinas Perdagangan, Bagian Perekonomian, dan OPD terkait diminta memperkuat program yang mampu menjaga stabilitas harga sekaligus meningkatkan daya saing ekonomi masyarakat.
Selain indikator utama tersebut, Andi Zulkifly menegaskan pentingnya pemenuhan aspek pelayanan dasar, mulai dari kesehatan, pendidikan, infrastruktur jalan, kebersihan lingkungan, perumahan, sanitasi, hingga kelengkapan administrasi.
“Secara administrasi kita harus lolos terlebih dahulu. Setelah itu akan dilakukan verifikasi lapangan untuk mencocokkan dokumen dengan kondisi nyata. Karena itu seluruh SKPD harus saling bersinergi memenuhi seluruh indikator yang menjadi persyaratan,” tegasnya.
Ia juga meminta Bagian Pemerintahan mengoordinasikan seluruh perangkat daerah, sementara Bagian Hukum memastikan seluruh dokumen pendukung dan surat keputusan yang dibutuhkan telah disiapkan secara lengkap.
Menjelang proses penilaian, Andi Zulkifly meminta Asisten II Setda Kota Makassar Zainal Ibrahim memimpin koordinasi lintas OPD agar seluruh catatan dan kebutuhan penilaian segera ditindaklanjuti.
“Kita akan kembali menggelar rapat dengan melibatkan seluruh SKPD yang berkaitan langsung, terutama perangkat daerah yang mendukung indikator utama maupun pelayanan dasar. Saya berharap seluruh kebutuhan dapat segera dipenuhi sehingga Kota Makassar mampu memberikan hasil terbaik pada lomba tingkat Provinsi Sulawesi Selatan,” katanya.
Rapat persiapan tersebut dibuka oleh Wakil Wali Kota Makassar Aliyah Mustika Ilham dan dihadiri sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah Kota Makassar.