Anggarkan Rp 4 Miliar, Program Seragam Sekolah Gratis Pemkab Maros Kembali Diadakan

Bupati Maros, AS Chaidir Syam menyalurkan bantuan seragam sekolah gratis bagi siswa SD dan SMP, di Tribun Utama Lapangan Pallantikang Maros, Senin (17/7/2023).
menitindonesia, MAROS – Sebanyak 15.453 siswa SD dan SMP di Kabupaten Maros akan menerima bantuan seragam sekolah gratis dari Pemerintah Kabupaten Maros pada tahun ajaran 2026/2027.
Program yang dibiayai melalui APBD Kabupaten Maros itu menelan anggaran Rp4 miliar dan menyasar siswa di sekolah negeri maupun swasta. Seragam yang akan dibagikan berupa seragam nasional merah putih untuk SD dan putih biru untuk SMP.
Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Maros, Asri Rajab, mengatakan penerima bantuan terdiri atas 7.828 siswa SD dan 7.625 siswa SMP yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Maros.
“Rp2 miliar untuk SD dan Rp2 miliar juga untuk SMP,” kata Asri, Selasa (23/6/2026).
Ia menjelaskan, khusus jenjang SMP, program tersebut juga menjangkau siswa Madrasah Tsanawiyah (MTs). Namun untuk tingkat SD, bantuan masih diperuntukkan bagi siswa SD negeri dan swasta.

BACA JUGA:
PAD Maros Tembus Rp140 Miliar, Bapenda dan RSUD La Palaloi Jadi Penyumbang Terbesar

Sementara siswa Madrasah Ibtidaiyah (MI) belum masuk dalam daftar penerima tahun ini. Meski demikian, Dinas Pendidikan berencana mengusulkan tambahan anggaran pada APBD Perubahan agar siswa MI juga dapat memperoleh bantuan serupa.
“Kami akan coba laporkan ke Pak Bupati, mudah-mudahan bisa dianggarkan di perubahan,” ujarnya.
Asri menuturkan, seragam gratis akan diberikan kepada siswa yang kini duduk di kelas 2. Pengukuran seragam telah dilakukan sejak mereka masih berada di kelas 1 sehingga distribusi dapat dilakukan setelah memasuki tahun ajaran baru.
Menariknya, program ini tidak hanya diperuntukkan bagi siswa dari keluarga kurang mampu. Seluruh siswa yang masuk dalam daftar penerima akan mendapatkan bantuan tanpa melihat latar belakang ekonomi.
“Ini bukan hanya untuk yang tidak mampu, tetapi semua siswa yang masuk dalam program,” jelasnya.
Program seragam gratis telah berjalan sejak 2022 dan menjadi salah satu program pendidikan yang rutin dibiayai melalui APBD Kabupaten Maros.
Menurut Asri, program tersebut merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam membantu masyarakat menghadapi kebutuhan pendidikan setiap awal tahun ajaran.
“Ini bagian dari janji politik Pak Bupati untuk membantu meringankan beban orang tua ketika memasuki tahun ajaran baru,” katanya.
Saat ini proses administrasi dan pengadaan masih berlangsung. Pemkab Maros menargetkan penyaluran dapat dilakukan secepatnya setelah seluruh tahapan selesai.
Seragam nantinya akan didistribusikan melalui sekolah masing-masing sebelum dibagikan kepada para siswa.
Bupati Maros, Chaidir Syam, mengatakan bantuan seragam gratis diharapkan dapat mengurangi beban pengeluaran keluarga, khususnya bagi orang tua yang memiliki lebih dari satu anak yang sedang bersekolah.
“Mungkin ada orang tua yang anaknya sekolah lebih dari satu. Dengan adanya bantuan seragam ini, setidaknya bisa meringankan beban mereka,” kata Chaidir.