Peringati HANI 2026 di Mattirotasi, Wabup Maros Apresiasi Granat dan Ikanara Konsisten di Issu Narkoba

Suasana peringatan HANI 2026 di Desa Mattirotasi yang dibuka oleh Wakil Bupati Maros, Andi Muetazim Mansyur. (ist)
menitindonesia, MAROS – Pemerintah Kabupaten Maros bersama pegiat anti narkoba memperkuat gerakan pencegahan penyalahgunaan narkotika hingga ke tingkat desa. Langkah itu ditandai dengan pengukuhan Satuan Tugas (Satgas) Anti Narkoba Desa Mattirotasi, Kecamatan Maros Baru, dalam rangkaian peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2026.
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, Sabtu-Minggu (27-28/6/2026), dipusatkan di Desa Mattirotasi dan kawasan Car Free Day (CFD) Maros. Sejumlah agenda digelar mulai dari sosialisasi bahaya narkoba, deklarasi masyarakat melawan narkoba, pawai anti narkoba hingga kampanye edukasi kepada masyarakat.
Pembukaan kegiatan dihadiri Wakil Bupati Maros Muetazim Mansyur bersama pengurus Gerakan Nasional Anti Narkotika (Granat) Maros, Ikatan Duta Anti Narkoba (Ikanara) Maros, Camat Maros Baru, Kepala Desa Mattirotasi serta tokoh masyarakat setempat.
Dalam sambutannya, Muetazim mengingatkan bahwa ancaman peredaran narkoba kini tidak hanya menyasar wilayah perkotaan, tetapi juga mulai merambah pedesaan. Karena itu, masyarakat diminta aktif membangun kesadaran kolektif untuk melindungi keluarga dan lingkungan dari bahaya narkotika.

BACA JUGA:
Satu-satunya di Indonesia, Maros Sukses Gelar Ajang Pemilihan Duta Anti Narkoba 9 Tahun Berturut-turut

Menurutnya, sosialisasi dan edukasi yang masif menjadi salah satu cara efektif untuk menekan angka penyalahgunaan narkoba di tengah masyarakat.
“Kami sangat mengapresiasi Granat dan Ikanara yang selama ini konsisten melakukan upaya pencegahan dan terjun langsung ke tengah masyarakat. Kami juga mengapresiasi Pemerintah Desa Mattirotasi yang memberikan dukungan luar biasa terhadap kegiatan ini,” kata Muetazim.
Pada kesempatan tersebut, Muetazim juga mengukuhkan pengurus Satgas Anti Narkoba Desa Mattirotasi. Satgas itu dibentuk sebagai wadah khusus untuk melakukan pencegahan dan edukasi bahaya narkoba, terutama di kalangan generasi muda.
Ia menilai pembentukan satgas di tingkat desa merupakan langkah strategis yang patut menjadi contoh bagi desa-desa lainnya di Kabupaten Maros.
“Kita tahu isu narkoba menjadi salah satu perhatian besar pemerintah yang harus diimplementasikan hingga tingkat desa. Karena itu, pembentukan Satgas Anti Narkoba di Mattirotasi merupakan langkah maju yang patut dicontoh,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Ikanara Maros Aprisal mengatakan peringatan HANI 2026 sengaja dipusatkan di desa sebagai bentuk komitmen menjadikan masyarakat sebagai garda terdepan dalam upaya pencegahan narkoba.
Menurutnya, desa harus menjadi benteng terakhir yang mampu melindungi generasi muda dari ancaman peredaran narkotika.
“Luar biasa antusiasme masyarakat Mattirotasi mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Setiap tahun kami memang berupaya membawa kampanye anti narkoba lebih dekat ke masyarakat desa agar kesadaran bersama terus tumbuh,” katanya.
Aprisal menilai pengetahuan dasar masyarakat mengenai bahaya narkoba masih perlu diperkuat. Banyak keluarga yang belum memahami tanda-tanda awal penyalahgunaan narkoba sehingga pencegahan sering terlambat dilakukan.
“Kalau masyarakat memahami ciri-ciri pengguna narkoba sejak dini, maka pengawasan dalam keluarga akan lebih kuat. Pencegahan paling efektif memang harus dimulai dari lingkungan keluarga,” ujarnya.
Sebagai tindak lanjut pembentukan Satgas Anti Narkoba, Granat dan Ikanara Maros berencana melaksanakan berbagai program edukasi lanjutan di Desa Mattirotasi, termasuk kegiatan pembinaan generasi muda dan karantina Duta Anti Narkoba Maros 2026.
Kepala Desa Mattirotasi Alimuddin Karim menyambut baik dipilihnya wilayahnya sebagai pusat pelaksanaan HANI 2026 tingkat Kabupaten Maros. Ia berharap kegiatan tersebut menjadi titik awal lahirnya gerakan bersama masyarakat untuk melawan peredaran narkoba.
“Kami sadar wilayah kami juga rentan terhadap ancaman narkoba. Bahkan sudah ada kasus yang pernah terjadi. Karena itu, kegiatan ini menjadi momentum penting untuk membangun kesadaran dan komitmen bersama dalam melawan narkoba,” katanya.
Alimuddin menegaskan Pemerintah Desa Mattirotasi akan menjadikan program pencegahan narkoba sebagai salah satu prioritas pembangunan sosial di desa.
“Ini bukan sekadar kegiatan seremonial. Kami ingin gerakan ini berlanjut dan menjadi komitmen bersama untuk melindungi generasi muda dari bahaya narkoba,” pungkasnya.