Petuga Dinas PU Makassar mulai memperbaiki trotoar yang rusak. (ist)
menitindonesia, MAKASSAR – Pemerintah Kota Makassar bergerak cepat membenahi infrastruktur di Kelurahan Bulogading, Kecamatan Ujung Pandang, usai menertibkan 19 lapak pedagang kaki lima (PKL) yang selama ini berdiri di atas trotoar dan menutupi saluran drainase.
Melalui Dinas Pekerjaan Umum (PU), pemerintah kini fokus melakukan normalisasi drainase dan perbaikan trotoar guna mengembalikan fungsi fasilitas publik yang sempat terganggu akibat keberadaan bangunan semi permanen tersebut.
Kepala Dinas PU Kota Makassar, Zuhaelsi Zubir, mengatakan pembenahan dilakukan di sepanjang Jalan Ujung Pandang sebagai tindak lanjut dari penertiban lapak PKL beberapa waktu lalu.
“Setelah dilakukan pembongkaran lapak PKL, kami langsung menindaklanjuti dengan melakukan pembenahan saluran drainase dan trotoar,” kata Zuhaelsi, Senin (29/6/2026).
Menurutnya, langkah tersebut merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kota Makassar untuk mengembalikan fungsi ruang publik sekaligus memperbaiki sistem drainase yang selama ini tidak bekerja optimal.
Dari hasil pemeriksaan lapangan, petugas menemukan sejumlah saluran drainase mengalami penyumbatan akibat tertutup bangunan dan material yang menumpuk selama bertahun-tahun.
Akibatnya, aliran air tidak berjalan lancar dan berpotensi menimbulkan genangan saat curah hujan tinggi.
“Setelah saluran dibuka, kami menemukan banyak bagian drainase yang mengalami penyumbatan dan tidak berfungsi. Kondisi ini menjadi salah satu penyebab terjadinya genangan air di kawasan tersebut,” ujarnya.
Selain drainase, kerusakan juga ditemukan pada sejumlah titik trotoar. Permukaan jalur pedestrian terlihat rusak, tidak rata, bahkan sebagian telah berubah fungsi karena digunakan untuk aktivitas berdagang.
Untuk mempercepat penataan kawasan, Dinas PU menurunkan Satgas Drainase bersama Satgas Bina Jalan dan Jembatan (BJJ).
Tim di lapangan melakukan pembongkaran bagian trotoar yang rusak, membersihkan saluran air, mengangkut material sisa bangunan, hingga melakukan normalisasi drainase agar kembali berfungsi maksimal.
Zuhaelsi menegaskan pembenahan tersebut tidak hanya bertujuan memperbaiki infrastruktur, tetapi juga mendukung penataan kawasan perkotaan yang lebih tertib, aman, dan nyaman bagi masyarakat.
“Kami berharap pembenahan pasca penertiban PKL ini dapat menciptakan lingkungan yang lebih tertata, meningkatkan kualitas pelayanan infrastruktur, serta mendukung wajah Kota Makassar yang bersih dan nyaman,” katanya.
Ia menambahkan, trotoar merupakan fasilitas publik yang diperuntukkan bagi pejalan kaki sehingga harus dijaga dari berbagai aktivitas yang mengganggu fungsi utamanya.
“Trotoar harus kembali menjadi ruang yang aman dan nyaman bagi pejalan kaki. Sementara saluran drainase juga harus berfungsi dengan baik untuk mengantisipasi genangan maupun banjir,” tegasnya.
Melalui penataan kawasan yang berkelanjutan, Pemkot Makassar berharap fungsi trotoar dapat kembali dinikmati masyarakat, sistem drainase bekerja lebih optimal, serta wajah kota menjadi lebih rapi dan tertata.