Isu Wali Kota Makassar Gabung Partai Demokrat Kian Menguat

Ilustrasi
menitindonesia, MAKASSAR – Isu Wali Kota Makassar sekaligus Ketua DPD II Golkar Makassar, Munafri Arifuddin alias Appi, bakal bergabung dengan Partai Demokrat semakin santer.
Kabar tersebut mencuat setelah Appi tak menghadiri Musyawarah Daerah (Musda) Golkar Sulawesi Selatan yang digelar bulan lalu. Padahal, agenda tersebut turut dihadiri Ketua Umum DPP Golkar Bahlil Lahadalia.
Belakangan, isu itu semakin ramai setelah Appi beberapa kali terlihat mengenakan pakaian bernuansa biru. Warna tersebut kemudian dikaitkan dengan Demokrat yang selama ini identik dengan warna biru.
Wakil Ketua DPC Demokrat Makassar, Tri Sulkarnain Ahmad, membenarkan isu tersebut memang berkembang di internal maupun eksternal partai.
Bahkan, menurut Tri, informasi yang beredar menyebut Appi tidak diarahkan masuk ke struktur DPC Demokrat Makassar, melainkan langsung ke jajaran DPD Demokrat Sulsel.
“Yang saya tahu, isu yang beredar memang, Pak Wali ingin masuk ke Demokrat bukan ke DPC, tapi ke DPD,” kata Tri, Kamis (20/8/2026).
Meski begitu, Tri menegaskan hingga saat ini belum ada kepastian resmi yang diterima DPC Demokrat Makassar terkait rencana Appi bergabung dengan partai berlambang bintang mercy tersebut.

BACA JUGA:
Usai Terpilih Pimpin Golkar Sulsel, IAS Mulai Roadshow dari Pangkep

Tri mengungkapkan, jajaran DPC Demokrat Makassar bahkan sempat mencoba menggali langsung kabar tersebut ketika mereka bersilaturahmi dengan Appi di Rumah Jabatan Wali Kota Makassar pada 5 Agustus lalu.
Pertemuan itu dipimpin Plt Ketua DPC Demokrat Makassar Andi Muzakkir Aqil bersama Sekretaris DPC Demokrat Makassar Fatma Wahyudin.
Dalam pertemuan tersebut, isu Appi bakal pindah partai sempat disinggung.
Namun, menurut Tri, Appi tidak memberikan jawaban gamblang.
“Malah kemarin pada saat DPC kunjungan ke rujab, kita coba korek-korek, Pak Wali cuma bilang, ‘Jangan pikir macam-macam’,” ujar Tri.
Jawaban tersebut justru membuat isu kepindahan Appi semakin menjadi perhatian.
Tri mengatakan kabar Appi menuju Demokrat kian kuat setelah sang wali kota beberapa kali tampil dengan pakaian berwarna biru.
Selama ini, Appi lebih sering terlihat menggunakan warna kuning yang identik dengan Partai Golkar.
Namun, Tri mengingatkan warna pakaian tidak bisa serta-merta dijadikan bukti bahwa Appi akan bergabung dengan Demokrat.
“Tapi bisa saja ke NasDem,” katanya.
Isu lainnya yang beredar menyebut Appi bakal resmi menjadi kader Demokrat pada September 2026.
Namun, Tri memilih tidak berspekulasi mengenai waktu tersebut.
“Iya, kalau pembicaraan kan memang bukan hal yang perlu ditutup-tutupi. Isu berkembang bahwa Pak Wali akan bergabung ke Demokrat. Tapi isu di internal kami, kalaupun bergabung itu ke DPD tingkat provinsi,” jelasnya.
Saat isu tersebut berkembang, Appi diketahui tengah menjalankan ibadah umrah bersama keluarganya.
Bagi Demokrat, bergabungnya Appi tentu akan menjadi tambahan kekuatan politik di Sulawesi Selatan, khususnya Makassar.
Tri menyebut pengalaman Appi memimpin Golkar Makassar menjadi modal politik yang cukup besar apabila benar-benar bergabung dengan Demokrat.
“Ya kalau kami pasti menyambut dengan senang, kalau memang Pak Wali mau bergabung ke Demokrat. Karena otomatis kita dapat tokoh baru, amunisi baru. Apalagi kan Pak Wali ini di Makassar masa jabatannya masih lama,” katanya.
Menurut Tri, Appi juga memiliki pengalaman panjang dalam mengelola partai politik besar.
Pengalaman tersebut dinilai bisa menjadi nilai tambah bagi Demokrat jika Appi benar-benar masuk ke partai tersebut.
“Kemudian pengalaman beliau juga sudah di partai besar sebelumnya, Partai Golkar. Tentu pengalaman-pengalaman beliau memimpin Golkar bisa dibawa ke Demokrat,” tukasnya.