Listrik Makassar Padam Bergilir, Appi Minta PLN Segera Cari Solusi

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin saat menerima audiensi Bersama PLN UID Sulselrabar. (ist)
menitindonesia, MAKASSAR – Pemadaman listrik bergilir di sejumlah wilayah Kota Makassar menuai keluhan warga. Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin alias Appi pun langsung memanggil manajemen PLN UID Sulselrabar untuk meminta penjelasan.
Pertemuan digelar di Kantor Balai Kota Makassar, Selasa (1/9/2026). General Manager PLN UID Sulselrabar Edyansyah hadir bersama jajaran manajemen PLN.
Appi mengatakan dirinya menerima banyak laporan warga terkait pemadaman listrik yang terjadi sejak Senin (31/8) sore.
Informasi yang diterimanya, pemadaman bergilir masih akan terjadi di sejumlah kecamatan di Makassar dalam beberapa hari ke depan.
“Adanya pemadaman bergilir dilakukan PLN di Kota Makassar sejak Senin sore hingga beberapa hari ke depan. Banyak warga menyampaikan keluhan sehingga saya tindak lanjuti ke pihak yang berwenang,” kata Appi.
Appi mengaku ingin mendengar langsung penjelasan PLN sekaligus meminta agar persoalan tersebut segera ditangani.

BACA JUGA:
Disorot PKB soal Sewa Aset hingga 50 Tahun, Wali Kota Makassar Janji Perketat Pengamanan

“Kami ingin mengetahui, mendengarkan penjelasan, dan kami meminta cepat dicarikan solusi,” ujarnya.
Menurut Appi, pemadaman dengan durasi cukup panjang berpotensi mengganggu aktivitas warga. Dampaknya bukan hanya dirasakan rumah tangga, tetapi juga pelaku usaha, pelayanan publik, hingga aktivitas ekonomi masyarakat.
“Listrik ini menunjang aktivitas masyarakat. Perlu normal,” tegasnya.
Appi juga menyatakan siap membantu komunikasi dengan pihak PLN yang menangani gangguan di Jeneponto.
“Saya akan bantu komunikasikan dengan pihak bertugas di Unit PLN yang mengalami kendala (Jeneponto), untuk penanganan gangguan listrik,” tuturnya.
Dia meminta PLN memberikan kepastian kepada masyarakat terkait penanganan gangguan tersebut.
“Perlu ada kepastian agar segera diatasi supaya kembali normal,” tambah Ketua IKA FH Unhas itu.
Setelah mendapat penjelasan PLN, Appi menyebut persoalan pemadaman bergilir bukan disebabkan faktor El Nino semata.
Dia justru menyoroti kesiapan sumber energi untuk menjaga keandalan sistem kelistrikan di Sulselrabar.
Menurut Appi, penurunan ketersediaan sumber energi tertentu, seperti air, dapat berdampak terhadap kemampuan pembangkit dalam memasok kebutuhan listrik.
Karena itu, dia menilai sistem kelistrikan perlu diperkuat agar tidak terlalu bergantung pada satu sumber energi.
“Mestinya masih ada sekitar 30 persen. Karena ada beberapa pembangkit yang bisa ditambahkan barangnya di sistem,” katanya.
Appi meminta penanganan dilakukan secepat mungkin. Dia juga mendorong koordinasi yang lebih jelas antara Pemkot Makassar dan PLN, terutama ketika terjadi gangguan maupun pemeliharaan jaringan.
“Kami dari pemerintah berharap PLN bisa mencari solusi secepatnya agar pemadaman bergilir ini tidak berlangsung lama,” pungkasnya.
Sementara itu, General Manager PLN UID Sulselrabar Edyansyah memastikan kondisi sistem kelistrikan di Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat masih dalam kondisi terkendali.
Namun, PLN memang mengalami kendala dalam beberapa hari terakhir setelah salah satu pembangkit di PLTU yang berada di IPP Jeneponto menjalani pemeliharaan.
Kondisi tersebut membuat pasokan tenaga listrik dalam sistem berkurang. Kapasitas pembangkit yang terdampak mencapai 125 megawatt (MW).
“Hanya saja satu-dua hari yang lalu kita sempat ada kejadian. Kita ada pemeliharaan terkait dengan PLTU yang ada di IPP Jeneponto sebesar 125 MW yang berdampak terhadap kekurangan pasokan tenaga listrik,” jelas Edyansyah.
Berdasarkan informasi dari manajemen PLTU Jeneponto, pembangkit berkapasitas 125 MW itu ditargetkan kembali beroperasi paling lambat pada 5 September 2026.
“Berdasarkan informasi dari manajemen PLTU Jeneponto, insyaallah pada tanggal kurang lebih tanggal 5, kondisi sistem kelistrikan membaik kembali,” katanya.
Edyansyah menyebut kondisi tersebut menjadi salah satu faktor yang membuat pasokan listrik belum optimal dalam beberapa hari terakhir.
“Ini adalah kondisi singkat terkait dengan ketidaksiapan pasokan tenaga listrik secara sempurna. Insyaallah nanti di tanggal 5 semua kondisi sistem akan jauh lebih baik, bahkan normal,” terangnya.
Selain pembangkit 125 MW, PLN menyebut masih ada kapasitas pembangkit lain yang dalam proses pemulihan.
Secara keseluruhan, terdapat sekitar 300 MW kapasitas yang diharapkan kembali masuk dan memperkuat sistem kelistrikan.
“Di PLTU Jeneponto itu masih ada kurang lebih 300 megawatt yang akan pulih,” ungkap Edyansyah.
Dari jumlah tersebut, 125 MW ditargetkan kembali beroperasi paling lambat pada 5 September 2026. PLN bahkan membuka kemungkinan pemulihan bisa dilakukan lebih cepat.
“Untuk 125 megawatt akan pulih di tanggal 5. Mungkin nanti bisa lebih cepat lagi di bulan September,” pungkasnya.
Edyansyah juga meminta masyarakat tetap tenang dan tidak risau menghadapi pemadaman bergilir.
“Kami menyampaikan kepada masyarakat untuk meyakini bahwa kondisi sistem masih tetap bisa kita kendalikan,” katanya.
Dia menyebut PLN terus melakukan berbagai langkah untuk menjaga kontinuitas pasokan listrik sembari menunggu kapasitas pembangkit kembali masuk ke dalam sistem.
Edyansyah juga meminta dukungan masyarakat agar sistem kelistrikan Sulselrabar kembali stabil.
“Kami mohon doa dan dukungannya, semoga sistem kelistrikan yang sebenarnya sudah terdampak kondisi super El Nino sejak bulan Juni, tetapi kita masih bisa menjaga kontinuitas pasokan tenaga listrik tetap eksis dan tetap bisa menyalurkan tenaga listrik secara baik,” tuturnya.