Tangkapan Layar video tawuran dua kelompok mahasiswa di UIN Alauddin. (ist)
menitindonesia, GOWA – Tawuran dua kelompok mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar pecah di Kampus 2 UIN Alauddin, Kelurahan Romang Polong, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.
Bentrok yang terjadi Jumat (4/9/2026) itu melibatkan aksi saling serang menggunakan tangan kosong hingga senjata tajam. Kericuhan bahkan meluas ke jalan raya di sekitar kampus.
Kondisi tersebut membuat sejumlah pengguna jalan ketakutan dan memilih menghindari lokasi.
Panit Opsnal Polsek Somba Opu Ipda Iskandar mengatakan puluhan mahasiswa terlibat dalam bentrokan tersebut.
“Mahasiswa terlibat saling serang menggunakan tangan kosong hingga senjata tajam. Kericuhan kemudian berlanjut dengan aksi saling kejar hingga ke jalan raya di sekitar kampus,” kata Iskandar.
Polisi turun tangan setelah menerima laporan dari warga. Personel Polsek Somba Opu bersama Unit Reaksi Cepat (URC) Satreskrim Polresta Gowa langsung mendatangi lokasi untuk membubarkan massa.
Petugas juga melakukan penyisiran di sekitar area kampus guna memastikan tidak ada lagi kelompok mahasiswa yang terlibat bentrokan.
Dalam penyisiran tersebut, polisi menemukan belasan sepeda motor yang diduga milik mahasiswa dalam kondisi rusak. Sejumlah motor lainnya ditemukan tergeletak di sekitar lokasi.
Hingga kini, belum diketahui secara pasti jumlah mahasiswa yang mengalami luka akibat tawuran tersebut.
Petugas keamanan kampus, Muhammad, mengatakan tawuran diduga dipicu perusakan baliho ucapan selamat datang bagi mahasiswa baru yang terpasang di depan gerbang kampus.
Peristiwa bermula saat dua orang pengendara sepeda motor yang diduga mahasiswa merusak baliho tersebut.
Aksi itu kemudian memicu kemarahan kelompok mahasiswa lainnya hingga berujung bentrokan.
“Diduga awalnya karena baliho ucapan selamat datang mahasiswa baru dirusak,” ujar Muhammad.
Namun, polisi masih mendalami pemicu tawuran dan pihak-pihak yang terlibat dalam perusakan maupun bentrokan.
Petugas juga masih melakukan penyelidikan untuk mengidentifikasi mahasiswa yang terlibat dalam aksi tawuran tersebut.
Setelah massa dibubarkan dan lokasi disisir, situasi di sekitar Kampus 2 UIN Alauddin Makassar kembali diamankan aparat kepolisian.