TNI Kerahkan 80.026 Personel Tangani Karhutla di Berbagai Daerah

Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI, Brigadir Jenderal Muhammad Nas. (ist)
menitindonesia, JAKARTA – Tentara Nasional Indonesia (TNI) mengerahkan 80.026 personel untuk menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di sejumlah wilayah Indonesia.
Puluhan ribu personel tersebut disiagakan untuk melakukan penanganan karhutla sekaligus mengatasi dampak yang ditimbulkan dari kebakaran di berbagai daerah.
Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Brigadir Jenderal Muhammad Nas mengatakan pengerahan personel tersebut merupakan bagian dari upaya TNI dalam menanggulangi karhutla yang tersebar di sejumlah wilayah.
“TNI sudah menyiagakan dan mengerahkan sejumlah 80.026 personel untuk menanggulangi maupun mengatasi dampak dari kebakaran hutan dan lahan yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia,” ujar Nas dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (8/9/2026).
Tak hanya mengerahkan personel untuk penanganan di lapangan, TNI juga memperkuat upaya pencegahan. Sebanyak 1.488 personel dikerahkan sebagai penyuluh untuk memberikan edukasi langsung kepada masyarakat.

BACA JUGA:
Kapal Induk Hibah Italia Segera Tiba, Prabowo Siapkan untuk Pemadam Karhutla

Para penyuluh tersebut berasal dari berbagai unsur pendidikan dan satuan TNI. Di antaranya dari perguruan tinggi, Sekolah Staf dan Komando (Sesko) TNI, Sesko Angkatan Darat, Sesko Angkatan Laut, serta Sesko Angkatan Udara.
Mereka akan diterjunkan ke lapangan selama satu bulan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait bahaya karhutla serta dampaknya terhadap lingkungan dan kehidupan masyarakat.
Nas berharap penyuluhan tersebut dapat meningkatkan kesadaran masyarakat agar tidak melakukan pembakaran hutan dan lahan, baik secara sengaja maupun akibat kelalaian.
“Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat agar tidak melakukan pembakaran hutan dan lahan, baik secara sengaja maupun akibat kelalaian,” ujarnya.
Selain personel, TNI juga menyiapkan dukungan sarana dan prasarana untuk mempercepat proses pemadaman. Salah satu fasilitas yang disiapkan yakni sumber air melalui pembangunan sumur bor.
Nas menyebut hingga kini telah tersedia 316 titik sumber air dari sumur bor yang dimanfaatkan untuk mendukung operasi pemadaman karhutla.
Menurut dia, keberadaan sumur bor menjadi penting karena sejumlah titik panas dan titik api berada jauh dari sumber air yang tersedia.
“Sudah ditemukan atau sudah mendapatkan 316 titik sumber air yang didapatkan dari sumur bor yang tersebar mulai dari wilayah Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan, Lampung, maupun Riau sehingga ini sangat mendukung operasional pemadaman kebakaran hutan dan lahan,” kata dia.
Ratusan titik sumber air tersebut diharapkan dapat memperkuat operasi pemadaman, terutama di wilayah yang memiliki keterbatasan akses terhadap sumber air.
Dengan dukungan puluhan ribu personel, penyuluh di lapangan, serta fasilitas sumber air, TNI memperkuat penanganan karhutla tidak hanya pada tahap pemadaman, tetapi juga melalui upaya pencegahan di tengah masyarakat.