Sambangi Bukaka di Bogor, 8 Dekan Teknik Asal Makassar Jajaki Kerja Sama Riset dan Rekrutmen

Peninjauan fasilitas raksasa milik PT Bukaka di Cileungsi, Bogor, Jawa Barat.
menitindonesia, BOGOR – Kiprah mendunia PT Bukaka Teknik Utama Tbk sukses memantik decak kagum dunia akademik. Dekan Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin (Unhas), Prof. Dr. Eng. Ir. Muhammad Isran Ramli, menyebut perusahaan manufaktur ini menjadi bukti nyata bahwa engineering atau insinyur Indonesia mampu menguasai panggung global.
Hal ini ditegaskan Prof Isran usai meninjau langsung fasilitas raksasa milik PT Bukaka di Cileungsi, Bogor, Jawa Barat, Jumat (25/9/2026). Tak sendirian, ia datang memboyong tujuh dekan fakultas teknik dari berbagai perguruan tinggi di Makassar.
“Kiprah Bukaka yang bukan hanya di level nasional tetapi sudah mendunia ini memberi rasa percaya diri yang besar. Karya-karya keteknikan ini harus menjadi inspirasi, khususnya bagi mahasiswa di Sulawesi Selatan dan kawasan Indonesia Timur pada umumnya,” ujar Isran.

BACA JUGA:
Guru Besar Fakultas Teknik Unhas, Puji Program MYP 1.400 Kilometer Pemprov Sulsel

Ia menyoroti kehebatan Bukaka dalam menguasai teknologi tingkat tinggi yang jarang dimiliki perusahaan lain. Dua contoh konkret yang membuat kagum adalah pengembangan teknologi proyek mikrohidro di Poso serta penguasaan teknologi garbarata atau Passenger Boarding Bridge (PBB).
“Bayangkan, dengan teknologi garbarata ini, Bukaka menjadi satu dari sedikit perusahaan di dunia yang menguasainya. Ini jelas menjadi sumber inspirasi bagi kita di kampus-kampus keteknikan,” tegasnya.
Namun, kunjungan ini bukan sekadar studi banding biasa. Isran menegaskan, lawatan para akademisi dari timur Indonesia ini sekaligus menjadi pintu masuk kerja sama strategis antara kampus dan industri, khususnya di bidang Research and Development (R&D) serta inovasi teknologi.
Menurutnya, industri sebesar Bukaka pasti membutuhkan sokongan riset dari perguruan tinggi agar inovasi teknologi terus relevan dengan kebutuhan masa depan. Di saat yang sama, kampus juga membutuhkan industri sebagai wadah serapan tenaga kerja yang mumpuni.
“Bukaka pasti butuh R&D untuk inovasi-inovasi teknologi ke depan, di sinilah butuh kerja sama dengan perguruan tinggi,” jelas Isran.
Ia berharap kolaborasi ini bisa menjembatani kebutuhan industri terhadap tenaga teknik yang siap pakai. Lewat sinergi ini, lulusan fakultas teknik dari Makassar diharapkan punya peluang emas untuk berkarier di Bukaka.
“Bukaka membutuhkan SDM keteknikan yang andal dan siap pakai. Kami berharap lewat kolaborasi ini, nantinya Bukaka sudah mempersiapkan penerimaan bagi alumni-alumni fakultas keteknikan kita di Makassar,” pungkasnya.