BPOM Raih Reksa Banda Peringkat 1, Taruna Ikrar: Prestasi Ini Harus Dipertahankan

Kepala BPOM Prof. Taruna Ikrar bersama Plt. Sekretaris Utama BPOM Dr. Irwansyah didampingi Kepala Biro Umum Dra. Asih Liza Restanti, Apt., M.Kes. dan Renggo Triwijoyo, S.Kom , Kepala Bagian Pengelolaan Barang Milik Negara pada Biro Umum, berpose bersama usai menerima laporan capaian Penghargaan Reksa Banda 2026. BPOM berhasil meraih Juara Kesatu kategori Kualitas Pelaporan Barang Milik Negara Kelompok II. Prestasi ini menjadi bentuk apresiasi atas komitmen dan kerja keras jajaran BPOM dalam memperkuat tata kelola serta akuntabilitas pengelolaan aset negara. (5/11/2026).
  • Pengakuan atas kualitas pelaporan Barang Milik Negara menjadi penanda penting penguatan tata kelola internal BPOM. Kepala BPOM Taruna Ikrar mengingatkan, prestasi tersebut harus dirawat melalui kerja keras, integritas, dan tanggung jawab kepada negara.
menitindonesia, JAKARTA — Prestasi sebuah lembaga negara tidak selalu lahir dari kebijakan besar yang terlihat di ruang publik. Terkadang, kualitas institusi justru tercermin dari bagaimana setiap sumber daya negara dikelola secara tertib, transparan, dan bertanggung jawab.
Hal itulah yang ditunjukkan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) melalui keberhasilannya meraih Penghargaan Reksa Banda Peringkat 1 kategori Kualitas Pelaporan Barang Milik Negara (BMN) Kelompok II, yakni kategori kementerian dan lembaga dengan jumlah satuan kerja antara 11 hingga 100 unit.
Capaian tersebut dilaporkan langsung oleh Plt. Sekretaris Utama BPOM, Dr. Irwansyah, S.IP., M.Si., kepada Kepala BPOM Prof. Taruna Ikrar, di ruang kerja Kepala BPOM, Kamis (5/11/2026).
BACA JUGA:
Disdik Sulsel Telusuri Dugaan Pelanggaran TKA di 20 SMA, Hasil Klarifikasi Dikirim ke Pusat
Dalam pertemuan tersebut, Irwansyah didampingi Kepala Biro Umum Dra. Asih Liza Restanti, Apt., M.Kes., serta Kepala Bagian Pengelolaan Barang Milik Negara pada Biro Umum, Renggo Triwijoyo, S.Kom.
Bagi BPOM, penghargaan ini bukan hanya pencapaian administratif. Pengakuan tersebut mencerminkan kualitas pengelolaan aset negara yang menjadi salah satu fondasi penting dalam membangun tata kelola pemerintahan yang profesional dan akuntabel.
Irwansyah menyampaikan kebanggaannya atas capaian tersebut. Menurut dia, penghargaan Reksa Banda menjadi bukti bahwa BPOM mampu menunjukkan kualitas pengelolaan Barang Milik Negara yang mendapat pengakuan melalui penilaian nasional.
“Penghargaan ini sangat membanggakan. BPOM saat ini menjadi salah satu lembaga yang menunjukkan kualitas terbaik dalam pengelolaan aset milik negara. Ini merupakan hasil kerja bersama dan komitmen seluruh jajaran,” ungkap Irwansyah.

WhatsApp Image 2026 11 05 at 16.47.19 e1793872095765

Taruna Ikrar: Integritas Harus Menjadi Fondasi Prestasi

Merespons laporan tersebut, Taruna Ikrar memberikan apresiasi kepada jajaran Biro Umum yang telah bekerja keras sehingga BPOM mampu meraih penghargaan tersebut.
Namun, Kepala BPOM mengingatkan bahwa mempertahankan prestasi membutuhkan konsistensi yang tidak kalah besar dibandingkan upaya untuk meraihnya.
BACA JUGA:
Antisipasi Bencana Musim Hujan, TNI-Polri dan Pemkab Maros Perkuat Kesiapsiagaan
“Prestasi dan penghargaan yang diraih harus mampu dipertahankan ke depannya. Ini juga prestasi yang diraih dengan kerja keras dan tetap memegang integritas serta tanggung jawab kepada negara,” kata Taruna Ikrar.
Pesan tersebut menegaskan bahwa penghargaan bukanlah garis akhir dari sebuah pencapaian kelembagaan. Sebaliknya, pengakuan itu harus menjadi dorongan untuk menjaga standar profesionalisme dan meningkatkan kualitas tata kelola secara berkelanjutan.
Dalam konteks pengelolaan Barang Milik Negara, integritas menjadi prinsip mendasar. Setiap aset yang dimiliki negara harus dikelola dengan tertib, dimanfaatkan secara optimal, serta dipertanggungjawabkan sesuai ketentuan.
Apalagi, BPOM memiliki mandat strategis dalam melindungi masyarakat melalui pengawasan obat dan makanan. Untuk menjalankan mandat tersebut, diperlukan dukungan organisasi yang solid, infrastruktur yang memadai, serta sistem administrasi dan pengelolaan sumber daya yang dapat dipertanggungjawabkan.
Penghargaan Reksa Banda Peringkat 1 menjadi salah satu cerminan dari upaya membangun fondasi kelembagaan tersebut.
Di tengah tuntutan reformasi birokrasi dan peningkatan kualitas pelayanan publik, prestasi ini sekaligus mengirimkan pesan bahwa profesionalisme lembaga negara harus dibangun dari dalam. Bukan hanya melalui capaian yang terlihat di hadapan masyarakat, tetapi juga melalui disiplin, integritas, dan tanggung jawab dalam mengelola setiap rupiah serta aset milik negara.
Bagi BPOM, menjaga kepercayaan publik berarti memastikan seluruh elemen organisasi bekerja dengan standar akuntabilitas yang sama. Sebab, pada akhirnya, setiap aset negara yang dikelola dengan baik harus bermuara pada satu tujuan: memperkuat kapasitas negara dalam memberikan perlindungan terbaik bagi masyarakat. (AE)