Menjelang Musda X Partai Golkar Sulsel, dukungan terhadap pemegang diskresi Ketua Umum Airlangga Hartarto, mengalir deras dan terang-terangan.
menitindonesia.com, MAKASSAR – Dukungan terhadap pemegang diskresi Ketua Umum DPP Partai Golkar untuk memimpin Partai Golkar Sulsel, terus mendapatkan dukungan yang terang-terangan dari pemilik suara di Musda ke X Partai Golkar Sulsel.
Dukungan ini diunggah dalam bentuk video, telah disebar. Dalam video ini, Ketua DPD II Partai Golkar Bone, tegas menganggap bahwa diskresi ketua umum DPP itu, mutlak harus diperjuangkan dan diselamatkan.
Begitu juga Soppeng, tidak tedeng aling-aling mendukung Supriansa. Mereka menginginkan agar pemilihan ketua di Musda berlangsung aklamasi.
Andi Kaswadi Razak, yang juga bupati Soppeng ini, bilang bahwa langkah Ketua Umum Airlangga Hartarto memberikan diskresi kepada Supriansa sudah langkah tepat. “Figur Supriansa yang dikenal santun dan mempunyai kepemimpinan yang berkarakter, bisa mengangkat citra Golkar menghadapi pesta demokrasi ke depan,” katanya.
Kaswadi mengaku mengenal Supriansa lebih dalam. Diketahui, sebelum terpilih menjadi Anggota DPR RI, Supriansa adalah wakil bupati Soppeng, berpasangan dengan Andi Kaswadi Razak.
Tak hanya Kaswadi, Wakil Bupati Toraja, Victor Datuan Batara, juga memberi pujian.
Victor bilang, Ketum pasti sudah mempertimbangkan banyak hal dan sudah mengenal sosok Supriansa. Menurutnya Supriansa memang layak diberi karpet merah memimpin Golkar.
“Di Parlemen Supriansa kelihatan menonjol dari Anggota DPR asal Sulsel, karena sering tampil memperjuangkan aspirasi rakyat,” ujar Ketua Golkar Toraja, itu
Pakar Ilmu Komunikasi Universitas Hasanuddin, Dr. Hasrullah, MA, juga mengapresiasi sikap DPP Golkar merekomendasikan Supriansa memimpin Golkar setelah Nurdin Halid.
“Ini keputusan yang tepat, karena Golkar Sulsel membutuhkan tokoh baru untuk mengantar Golkar mengembalikan kejayaannya di Sulsel. Supri saya kenal baik, dia menonjol karena kemampuan komunikasinya yang santun dan cerdas emosi,” ujar dosen Fisip Unhas itu.
Lanjut penulis beberapa buku ini, menilai sosok Supri bisa menjadi perekat dari semua faksi di Golkar yang saat ini berseteru.
“Jika faksi ini menyatu, maka Golkar akan kembali berjaya di Sulsel. Nah, Supri adalah solusi untuk menjahit kembali faksi-faksi yang retak,” kata peraih gelar Doktor bidang komunikasi Universitas Indonesia itu. (Nabila)













