Berebut Rekomendasi Partai Golkar. Patarai Amir : Jangan Berhalusinasi, Keputusan Golkar Sudah Final

Partai Golkar Kabupaten Maros berhasil meraih tujuh  kursi  pada Pemilu Legislatif 2019. Sehinngga kursi Ketua DPRD Maros, menjadi hak Partai Golkar yang kini diduduki kadernya H.A. Patarai Amir. Bagaimana peluang Golkar Maros di Pilkada, 9 Desember 2020 nanti? Siapa yang resmi diusung nanti?

menitindonesia.com, MAROS – Berebut rekomendasi bakal calon bupati maros pada Pemilihan Kepala Daerah 2020, nanti, belum usai. Golkar adalah partai politik paling seksi di Pilkada Maros. Memiliki tujuh kursi di DPRD Maros, menjadikan Partai Golkar bisa mandiri – tanpa koalisi – dalam mengusung calonnya. Apalagi, Ketua DPD II Partai Golkar Maros, H.A. Patarai Amir, memutuskan tidak “gatal” maju di Pilkada serentak. Patarai sudah puas di kursi Ketua DPRD Maros.

Anggota Fraksi Golkar yang meraih suara terbanyak di Pileg 2019 lalu, Sri Wahyuni Malik, pun belum menyatakan diri untuk maju di Pilkada Maros. Padahal, banyak bakal calon yang berharap, bisa berpasangan dengan putri H. Malik, saudagar kaya asal Maros itu.

Karena tak ada kader handal Golkar yang melirik kursi bupati, maka beberapa bakal calon, pun berusaha merebut rekomendasi Partai Golkar. Masing-masing H. Andi Tajerimin, Sahiruddin dan Amirullah Nur, mengajukan diri untuk mendapat usungan Partai Golkar.

Perebutan Rekomendasi makin seru. Dua kader pemula Golkar, Tajrimin dan Sahiruddin, masing-masing mengklaim mendapatkan dukungan dari DPP. Bahkan telah terbit dua rekomendasi.

Juga tak kalah serunya, Amirullah Nur, pun mengklaim jika ia bakal mendapat rekomendasi Golkar nanti. Alasannya simple, ia sudah dijanjikan oleh Ketua Umum DPP Golkar, Airlangga Hartarto. Sekalipun tak memegang surat tugas, Amir memegang janji Airlangga.

Alih-alih saling klaim. Plt Ketua DPD I Golkar HAM Nurdin Halid, sudah mengumumkan, untuk Pilkada Maros, Rekomendasi DPP Partai Golkar diberikan kepada H.Tajrimin yang rencana menggandeng Anggota DPRD Maros dari Fraksi PKB Havid S.Pasha, sebagai Calon Wakilnya.

Sahiruddin dan Amirullah Nur, menganggap perebutan rekomendasi Golkar belum usai. Surat Tugas dan Rekomendasi yang digenggam Tajrimin dan Havid S Pasha dianggap belum final. Baik Sahiruddin maupun Amir, masih merasa berpeluang mendapat usungan Golkar nanti.

Ketua DPD II Partai Golkar Maros, Patarai Amir pun menganggap Bakal Calon yang tidak menerima penetapan Tajrimin dan Havid sebagai usungan Golkar di Pilkada hanyalah pembual politik. “Rekomendasi Tajrimin dan Havid sudah final dan mengikat,” ujar Patarai yang akrab dipanggal Asho ini.

Bahkan Asho menyindir mereka yang merasa didukung oleh Ketum Golkar sebagai orang yang berpolitik dengan halusinasi tingkat tinggi. “Kami tidak menanggapi issu-issu yang dihembuskan. Kami telah melakukan tahapan dan survei sebelum menetapkan pasangan calon,” katanya tegas.

Bahkan Asho meminta agar mereka yang mengklaim mendapat dukungan Golkar, melakukan instropeksi diri. Dia juga menyarankan, kalau mau bertarung di Pilkada, silahkan lakukan lobby ke partai lain tanpa mengusik keputusan Partai Golkar. Bahkan Asho merasa kasihan terhadap bakal calon yang mengklaim dukungan Ketum Golkar tanpa bisa menunjukkan bukti rekomendasi. “Hanya memamerkan foto-foto dengan tokoh Golkar. Model politik seperti itu norak!” ujarnya menyindir.

Bisakah rekomendasi Golkar dianulir? Boleh ya, boleh tidak. Salah satu kader Golkar Maros yang tak mau disebutkan namanya, mengatakan bahwa, bakal calon yang diusulkan ke DPP, tidak ada yang meyakinkan. Padahal menurut mantan Caleg DPRD Maros dari Partai Golkar ini, Golkar memiliki kader handal, yakni Sri Wahyuni Malik dan Taufik. Keduanya adalah Legislator Maros yang meraih suara terbesar di Pileg lalu. Sedangkan nama yang diusulkan, yakni Tajrimin, Sahiruddin dan Amirullah Nur, belum bisa diukur.

Tajrimin, lama dirantau dan tidak memiliki pengalaman politik di Maros. Sedangkan Amirullah Nur, hingga kini belum menentukan pasangannya. Ia berharap, DPP dalam menetapkan rekomendasi pasangan calon di Pilkada Maros, memperhitungkan potensi yang dimiliki oleh tujuh legislator Partai Golkar. Ia berharap, Patarai Amir atau Sri Wahyuni Malik bisa diprioritaskan untuk bertarung di Pilkada.

Begitulah. Yang pasti bagi Amirullah Nur dan Sahiruddin, perebutan rekomendasi Golkar di Pilkada Maros belum usai. Sahiruddin mengaku akan terus bergerak dan berusaha sampai akhir. Tajrimin dan Havid, kini sisah menanti jadwal deklarasi. (Tim)


TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini