Jumlah korban ditemukan tewas akibat banjir bandang di Masamba, Luwu Utara, Sulawesi Selatan, meningkat menjadi 36 orang.
Mustari menambahkan sekitar 10 peralatan berat telah dikerahkan untuk membantu melakukan pembersihan kota Masamba dari lumpur bercampur pasir, sekaligus mencari korban banjir bandang.
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), dalam sebuah pernyataan yang dirilis Kamis (16/7), menyebutkan telah menyiapkan tiga langkah untuk membantu penanganan darurat banjir bandang tersebut. Pertama, membuka akses konektivitas Palopo – Masamba secepatnya. Kedua, membersihkan Kecamatan Masamba dan sekitarnya dari lumpur pasir. Ketiga, menormalisasi sungai dengan pengerukan, perbaikan alur dan pembuatan tanggul dengan struktur permanen.
Banjir bandang yang terjadi pada Senin malam (13/7) itu, menerpa enam kecamatan dan mengakibatkan 156 keluarga terpaksa mengungsi. (tim-saskia)














