Noor Karompot: Hak Diskresi Sinyal Menuju Perubahan di Partai Golkar Sulsel

Noor Karompot - Wartawan Senior sekaligus Pengamat Sosial Politik Sulsel

Noor Karompot, wartawan senior di Jakarta, mengunggah pesan, hak Diskresi harus dimenangkan. Noor menganggap surat ini sebagai isyarat kepada DPD Golkar Sulsel agar Supriansa menjadi ketua Golkar Sulsel. Ia adalah tokoh netral, figur yang memiliki reputasi politik ‘garis lurus’ di Sulsel.

menitindonesia.com, MAKASSAR – Peluang Supriansa untuk memenangkan pertarungan dalam Musda pemilihan Ketua DPD Partai Golkar Sulsel, semakin terbuka lebar jika suara arus bawah solid melakukan perubahan di Partai Golkar . “Supriansa maju tanpa ambisi politik, didorong arus perubahan, dan didukung oleh DPP Partai Golkar, ” kata Noor Korompot wartawan senior, Pemerhati Sosial dan Politik Sulsel.

Masuknya Supriansa dalam bursa kandidat Partai Golkar, sebagai alarm bahwa saat ini kondisi Partai Berlambang Beringin ini, tengah dirundung masalah internal yang harus segera dituntaskan untuk menghadapi Pilkada serentak 2020 dan Pilpres 2024.

Dia menambahkan, bahwa dari semua Bakal Calon Ketua DPD Partai Golkar Sulsel, hanya Supriansa yg tidak terlalu ambisius. Tetapi kalaupun DPP memberikan rekomendasi melalui kewenangan DPP (Diskresi), itu adalah pertanda ia sudah pantas memimpin Golkar Sulsel.

“Jadi peran politik Supriansa sebagai politisi Partai Golkar, termasuk posisinya saat ini di Komisi III DPR RI, oleh DPP dianggap sesuai arah kebijakan partai,” ujar mantan wartawan Bisnis Indonesia itu.

Noor lanjut bilang, politik memang selalu begitu, selalu ada kejutan-kejutan. “Tidak boleh monoton dari kelompok A atau B saja yang bisa dihadirkan sebagai elite di DPD Partai Golkar Sulsel,” kata Noor Karompot.

Lebih lanjut, Noor Karompot menilai Diskresi pasti ada dasar hukumnya baru dikeluarkan seorang ketua, karena kalau tidak, maka surat itu cacat hukum.

Dengan adanya Diskresi, menurut penggemar olah raga sepeda ini, boleh disebut pengecualian, memungkinkan seseorang untuk ikut bertarung yang sebelumnya dianggap tidak memenuhi syarat.

Melalui menitindonesia.com, Noor Karompot menfsirkan Diskresi Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto ini,  bilang mungkin yang dimaksud surat diskresi karena Supriansa belum memenuhi syarat jadi calon ketua. Tapi berdasarkan AD ART Partai Golkar, Ketua Umum bisa mengeluarkan kebijakan atau diskresi kepada seseorang untuk menjadi calon ketua sekalipun tidak memenuhi syarat normatif, karena dipandang cakap atau punya kemampuan. (nabila)


TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini