SC Ungkap Taufan Pawe Tak Bersyarat Lolos Calon Ketua di Musda Golkar

Taufan Pawe - Ketua DPD II Golkar Pare-Pare

Dinamika Musda GolkarEuforia Taufan Pawe perlahan redup. Syarat menjadi Ketua Golkar Sulsel tak bisa dipenuhinya. Peserta menyebut, Taufan baru memiliki dua suara dukungan, yakni suara dirinya sendiri. Pemilik hak suara di Musda, semakin mengerucut ke Hamka B Kady dan Supriansa.

menitindonesia.com, JAKARTA – Walikota Pare-Pare Taufan Pawe, terancam tidak lolos dalam proses pemilihan Ketua DPD I Partai Golkar Sulawesi Selatan di Musda ke X, yang sedang berlangsung di The Sultan Hotel, Jakarta.

Setelah jejak digitalnya soal dugaan suap DAK 40 Milyar yang pernah disoal oleh Anti Coruption Commite (ACC) Sulawesi, ternyata dukungan Taufan Pawe belum mencukupi 30 persen dukungan pemilik suara di Musda.

Dari Arena Musda, santer dibicarakan jika Taufan baru memiliki dukungan Golkar Pare-Pare dan suara MKGR. Ketua DPD II Golkar Kota Pare-Pare adalah Taufan sendiri, begitu juga MKGR, ketuanya adalah Taufan. Jadi dua suara ini, sah milik Taufan. Dia belum berhasil mengeruk suara dari Hamka B Kady. Lobbynya kandas membujuk H.A.M Nurdin Halid, mentor Hamka di Golkar.

Dari pantauan menitindonesia.com di Jakarta, dukungan vooters kepada tiga bakal calon, yakni Hamka B Kadi, Taufan Pawe dan Supriansa, telah mengerucut. Dari ketiga calon tersebut, hanya Supriansa dan Hamka B Kadi yang memiliki dukungan melebihi 30 persen suara.

Taufan Pawe tak sanggup mencukupkan minimal sembilan dukungan suara peserta Musda. Dia hanya memegang dukungan Golkar Pare-Pare dan MKGR, yang surat dukungannya ditekennya sendiri, sebagai ketua.

Sebelumnya, Taufan Pawe memiliki dukungan yang membuatnya optimis. Namun sejak diskresi Ketum Airlangga Hartarto untuk Supriansa diunggah dan disebar oleh elit DPP Golkar, Erwin Aksa,  sejumlah DPD II Golkar menarik diri dan mengalihkan dukungannya kepada Supriansa.

Salah satunya adalah Golkar Kabupaten Toraja. Ketua DPD II Golkar Toraja Victor Datuan Batara, ogah kembali mendukung Taufan. Upaya membujuk Victor pun pupus. Victor sudah merasa nyaman bersama Supri.

Kalaupun suara Taufan bertambah, paling hanya Muslimin Bando, Ketua DPD II Golkar Enrekang yang berhasil dipengaruhinya. Itupun perlu perjuangan berat. Pasalnya, Muslimin Bando yang juga jabat Bupati Enrekang itu, telah mengunggah video mendukung Supri di acara silaturahmi dengan Supriansa saat surat diskresi yang disebar Erwin Aksa itu menjadi topik baru Musda Golkar, di Hotel Novotel, Makassar.

“Taufan Pawe jelas tidak bisa lolos, dukungannya tak mencukupi syarat. Hanya dua surat dukungan yang disetorkan, harusnya minimal sembilan,” ujar salah satu Stering Commitee Musda Sulsel yang minta tak disebutkan namanya.

“Pada kepengurusan Golkar yang baru ini, Pak Ketum Airlangga mengeluarkan Juklak-02 untuk proses pencalonan. Jadi agak berbeda dengan sebelumnya,” ujar Ketua Stering Commite Musda Golkar, Arfandi Idris, 16 Juli, lalu.

Dalam Juklak tersebut, tutur Arfandi, telah diatur bahwa para kandidat tidak mempunyai hubungan suami istri atau istri atau keluarga sedarah dalam satu garis lurus ke atas dan ke bawah yang duduk sebagai anggota DPR RI, DPRD Provinsi, DPRD Kabupaten/Kota mewakili partai politik lain dalam satu wilayah yang sama.

Selain syarat dukungan suara minimal 30 persen, syarat “bersih lingkungan” sesuai juklak 02 itu, menjadi ganjalan bagi Taufan. Musdalifa Pawe, adik kandung Taufan Pawe, tercatat sebagai Anggota DPRD Kota Pare-Pare dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN).

Begitulah. Pertarungan politik, harus tertib sesuai juklak. Jangan cepat euforia. (andiesse)

 


TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini