Kisruh Bank Bukopin: Induk Koperasi Tinggalkan RUPS-LB dan Ancam Gugat ke PN

Suasana Rapat RUPS-LB Bank Bukopin.
Kekacauan di PT. Bank Bukopin Tbk belum usai. Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS-LB), yang berlangsung hari ini kacau balau. Peserta rapat yang terdiri dari beberapa Induk Koperasi seperti Inkud, Inkoveri, Inkoppas dan Kopelindo melakukan aksi walk out.
Nasabah Menarik Dana di Bank Bukopin
menitindonesia.com, JAKARTA – Peserta RUPS-LB yang terdiri dari induk koperasi berang, terpaksa ramai meninggalkan rapat. Mereka tidak setuju dengan hasil keputusan yang tidak sesuai peraturan OJK Pasal 43, peserta harus memenuhi kourum 3/4 peserta pemegang saham. Sementara penasehat hukum Bank Bukopin menggunakan pasal 42 peraturan OJK, yakni cukup 2/3 peserta saja.
Ketua Umum Induk Koperasi Unit Desa (Inkud) Herman Wutun, bilang dalam releasenya ke media massa, Selasa (25/8), bahwa mereka akan mengambil langkah hukum berupa gugatan ke Pengadilan Negeri.
Lanjut Herman, menjelaskan jika keputusan ini juga tidak sesuai dengan peraturan dan telah menyalahi undang-undang yang ada.
“Ini merupakan pengambil alihan saham pengendali secara paksa dan justru menyalahi undang undang yang ada,” ujar Herman.
Menurutnya, Bank Bukopin seharusnya bisa terbuka ke seluruh pemegang saham soal informasi harga dan restrukturisasi, sehingga pemegang saham bisa mengetahui seluruh prosesnya.
“Bagaimana mungkin kami pemegang saham independen setuju terhadap keputusan sementara (kami) tidak tahu proses yang sebenarnya,” pungkasnya.
Selain menolak hasil RUPS, Induk-induk Koperasi sebelumnya, juga telah menyatakan sikap terkait masalah Bank Bukopin. Selain melalui RUPS-LB Induk Koperasi juga telah melakukan berbagai langkah untuk menyelamatkan Bank Bukopin dari investor asing meliputi pelaksanaan PUT V dan PUT VI. (andiesse)


TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini