SOMASI Gelar Unjuk Rasa di DPRD Sidrap, Ungkap Berbagai Kasus Korupsi, Ketua DPRD: Kami Akan Panggil Bupati Sidrap

Aksi Unjuk Rasa SOMASI ungkap berbagai kasus korupsi di Sidrap

Ungkap Kasus Korupsi Unjuk rasa warga yang menamakan dirinya Solidaritas Masyarakat Sidrap (SOMASI) mendatangi kantor DPRD Kabupaten Sidrap. Dalam aksinya, SOMASI mendesak aparat penegak hukum menuntaskan kasus-kasus korupsi yang belakangan ini, mencuat di Sidrap.

menitindonesia.com, SIDRAP – SOMASI, Selasa (25/8) kemarin, sejak pagi hingga sore,  menggelar aksi unjuk rasa besar-besaran yang dihadiri sekitar ratusan massa. Koordinator Aksi, Ardiansya mengatakan SOMASI mendesak kepada Kejaksaan Negeri Sidrap untuk segera mengabulkan Justice Collaborator tersangka Ahmad pada kasus OTT Dinas Pendidikan. Ardiansyah bilang, Ahmad ingin membongkar kasus korupsi tersebut secara terang-benderang.

Bahkan, Darwin Darru, Presidium SOMASI mendesak pihak Kepolisian dan Kejaksaan Negeri membuat laporan penyelidikan dan penyidikan baru untuk mengungkap pihak-pihak yang telah disebutkan namanya secara jelas dalam permohonan Justice Colaborator tersangka Ahmad.

Selain itu, SOMASI juga mendesak pihak DPRD Sidrap untuk segera membentuk Pansus dalam menyelesaikan seluruh permasalahan yang ada di Bumi Nene Mallomo itu. Mereka juga menyerukan kepada warga masyarakat Sidrap agar tetap mengawal seluruh kasus yang sekarang ditangani aparat penegak hukum.

Ardiansya kemudian menambahkan jika tuntutan ini tidak dilaksanakan atau digubris maka mereka mengancam akan mengadakan aksi yang lebih besar dengan semua elemen masyarakat.

Dalam aksinya, Darwin Daru membeberkan beberapa kasus yang terjadi di daerah ini, namun sampai sekarang, aparat penegak hukum dan Anggota DPRD yang belum serius menyikapinya. Kasus tersebut adalah Kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT) salah seorang oknum yang berada dalam lingkungan Dinas Pendidikan dan Kabudayaan kabupaten Sidrap.

Dia menyebutkan, kasus tersebut berkaitan dengan aliran dana fee proyek hasil dari pemotongan anggaran Dana Alokasi Khusus Fisik Bidang Pendidikan Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di lingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sidrap tahun anggaran 2019.

“Polda Sulawesi Selatan telah menetapkan beberapa orang oknum di Diknas Sidrap sebagai tersangka. Tapi belum menyetuh aktor intelektual atau pelaku utama yang menjadi dalang di balik semua perilaku korupsi tersebut,” Ujar Darru.

Lanjut Darwin Darru bilang selain kasus tersebut ada juga kasus Pembangunan Rehabilitasi Sarana Prasarana TPI. Peningkatan Areal TPI Mojong Kecamatan Watang Sidenreng, jumlah anggarannya Rp, 2.660.000.000 Milyar. “Sumber anggarannya dari DAU. Namun kasus ini belum tersentuh hukum,” ujar Darwin Darru.

SOMASI juga menyoal berbagai kasus yang selama ini santer di masyarakat, termasuk anggaran penanganan Covid-19 kurang lebih 70 Miliyar. Menurut Darwin, baru direalisasi 11 Milyar, dan pos anggarannya tidak jelas.

Ketua DPRD Sidrap H Ruslan didampingi 10 Anggota DPRD Sidrap menerima perwakilan pengunjuk rasa. H Ruslan menyampaikan bahwa DPRD Sidrap akan meneruskan aspirasi yang disampaikan para penengunjuk rasa. Dia berjanji akan memanggil bupati dan pihak-pihak yang terkait yang disampaikan oleh SOMASI.

“Kami tidak akan main-main dengan aspirasi yang dibawa rakyat Sidrap yang tergabung dalam SOMASI ini, kami akan segera panggil Bupati Dollah Mando,” kata H Ruslan pada wartawan seusai menerima pengunjuk rasa itu. (war)



TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini