Deng Ical Rancang Majelis Kota, Wujudkan Pemerintahan Partisipatif

Syamsu Rizal - calon walikota Makassar 2020. (Foto: dok-tim)
Gagasan Deng Ical Jika diamahkan menjadi Walikota, Deng Ical akan membentuk Majelis Kota untuk melibatkan partisipasi masyarakat dalam membangun Kota Makassar.
menitindonesia.com, MAKASSAR – Bakal Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar, Syamsu Rizal-Fadli Ananda (Dilan), menegaskan komitmen menghadirkan pemerintahan partisipatif. Untuk itu, Dilan sudah merancang pembentukan Majelis Kota apabila kelak diberi amanah memimpin Makassar.
Majelis Kota ala Dilan sempat disinggung Deng Ical – sapaan akrab Syamsu Rizal – saat deklarasi Dilan secara virtual dari Tribun Lapangan Karebosi, pekan lalu. Keberadaan Majelis Kota, kata Deng Ical,  akan membantu wali kota dan wakil wali kota dalam memberikan saran dan pendapat untuk pengambilan kebijakan strategis.
Menurut Deng Ical, Majelis Kota terdiri dari perwakilan unsur pentahelix meliputi pemerintah, masyarakat atau komunitas, akademisi, pengusaha dan media.
“Melalui izin dan restu masyarakat Kota Makassar, kami akan membentuk Majelis Kota sebagai representasi unsur pentahelix. Majelis Kota akan memberikan second opinion sekaligus memberikan nasehat bagi pemerintah kota,”  ujar Deng Ical,  Ahad (6/9).
Lebih jauh, Deng Ical menjelaskan gagasan menghadirkan Majelis Kota berangkat dari kesadaran bahwa kunci kemajuan dan pembangunan daerah adalah sinergitas dan partisipasi publik. Sulit mengakselerasi pembangunan bila masyarakat tidak setuju dan tidak mau ambil bagian dalam program maupun kebijakan pemerintah.
“Makassar sebagai kota metropolitan, keberhasilan pembangunannya banyak ditentukan oleh partisipasi masyarakat. Makanya, program kerja yang dijalankan mesti berbasis komunitas, serta partisipasi,” ujar Ketua PMI Kota Makassar itu.
Melalui program-program partisipatif masyarakat, pasangan kandidat yang diusung PDIP-Hanura-PKB ini meyakini kemajuan dan pembangunan Makassar tidak hanya akan melaju cepat. Kesenjangan ekonomi yang selama ini menjadi problematika klasik ibukota provinsi Sulsel ini juga akan terpecahkan.
“Kita harus memberi ruang kepada masyarakat, mari kita bangun Makassar dengan prinsip partisipatif, melakukan pemberdayaan masyarakat sehingga semua orang bisa berkontribusi dalam pembangunan kota, intinya ada kesamaan gerakan,” tandasnya. (ali amin-rls)


TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini