Setengah Abad Usia Aru, Sosok Pemimpin Yang Bertalenta

Faoruk M Beta - (foto: gambar ilustrasi menit)
Jejak Aru – Wajah Aru memang masih muda dari usianya – kini sudah setengah abad – yang dilaluinya. Hidup sederhana dan bersahaja, tetap ia lakoni. Tak ada yang berubah. Inilah Aru, politisi yang tak pernah jumawa apalagi silau dengan uang dan jabatan.
Farouk M Betta bersama istrinya, Sherly Lamuda Farouk. Luangkan bersantai dan refresing agar tetap merasa muda. (Foto: dok IG/@arubeda)
menitindonesia.com, MAKASSAR – Usia Ketua DPD II Partai Golkar Kota Makassar, Ir Farouk M Betta, MM, memasuki 50 tahun: usia yang sangat matang bagi seorang politisi. Farouk lahir di Makassar 20 September 1970. Ia dibesarkan dengan didikan keras dari orangtuanya. Ayahnya, Letkol (Purn) Pol. H. Mappaseling Betta (alm) dan ibunya Hj. Asniah Mappaselling (almarhumah).
Sejak tahun 2012 hingga 2019, Farouk pernah memikul amanah besar warga Kota Makassar. Ia dipercaya memangku jabatan Ketua DPRD Kota Makassar selama dua periode.
Pria yang biasa dipanggil Aru ini, tak pernah jumawa dengan jabatannya yang moncer. Ia tetap rutin ke warkop bersama ajudannya. Ngopi bareng komunitas warkop. Siapa saja ia layani – ngobrol dan tertawa lepas jika sedang lucu-lucuan – di warkop favoritnya, Kedai Kopi Phunam Jalan Boulevar, Panakukang, Makassar.
Aru selalu menjadi suami yang romantis bagi istri tercintanya Sherly Lamuda Farouk. (foto:IG @arubeda)
Tahun 1988, ia tammat di SMA Negeri 11 Makassar dan melanjutkan pendidikan S1 Fakultas Pertanian Universitas Muslim Indonesia. Pasca Reformasi 1998, Aru meraih gelar Insinyur, dan berhak menggunakan gelar Ir di depan namanya.
Ir. Farouk M Betta tidak berminat menjadi pegawai negeri sipil. Ia memilih berkiprah di dunia politik. Tahun 2010, Aru eksis di organisasi sayap Partai Golkar sebagai Wakil Ketua Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG). Di saat yang sama, ia juga didapuk memimpin GEMA MKGR sebagai ketua, periode 2010-2015.
Sebagai bekas aktifis mahasiswa dan demonstran era reformasi, Aru menunjukkan talentanya ketika memimpin organisasi: enerjik dan memiliki pribadi yang bertanggungjawab. Ia hadir sebagai dirinya sendiri tanpa embel-embel tokoh dan nama besar yang menopangnya.
Tak hanya eksis di organisasi politik, ia juga pernah memimpin organisasi Karang Taruna Sulawesi Selatan (2015-2020) sebagai ketua. Di organisasi keagamaan, Aru masih menjabat Ketua Majelis Mustasyar Pengurus Daerah Dewan Masjid Indonesia Makassar (2017-2023).
Aru memimpin Shalat berjamaah bersama , istri dan anak-anaknya di rumah. (foto; IG @arubeda)
Di Partai Golkar, karier Aru juga melejit. Ia dipercaya menjadi Sekretaris DPD II Partai Golkar Kota Makassar. Saat itu, Partai Golkar Makassar dipimpin oleh Ilham Arief Sirajuddin sebagai ketua. Setelahnya, Aru pun terpilih menjadi Ketua DPD II Partai Golkar Kota Makassar menggantikan Supomo Guntur, hingga sekarang.
Pemilu Legislatif Tahun 2009, Aru mencalonkan diri sebagai Caleg dan lolos ke DPRD Kota Makassar Periode 2009-2014. Karienya pun makin bersinar saat dia ditunjuk sebagai Ketua DPRD Kota Makassar 2012-2014.
Suami dari Sherly Lamuda Farouk ini, jadi media darling dan sekejap menjelma menjadi politisi muda yang populer. Pada Pemilu 2014, Farouk kembali bertarung dan lolos ke DPRD Kota Makassar. Ia pun kembali diberi amanah menjabat Ketua DPRD Makassar Periode 2014-2019.
Meluangkan waktu bercengkerama dengan anak-anak, bagi Aru, itu sangat penting bagi pembentukan karakter anak. (foto: IG @arubeda).
Karier politik Aru memang melejit seperti meteor. Ia lahir sebagai generasi yang memperjuangkan perubahan. Sebagai bekas aktifis, Aru sudah terbiasa dengan pertarungan yang keras dan menjalani hidup dengan cara yang simple: sederhana.
Pemilu 2019 lalu, Aru tak berhasil kembali ke DPRD untuk periode ketiga. Namun, Aru tak pernah merasa kehilangan apalagi kesepian. Ia sadar, bahwa jabatan bukan pencapaian akhir dari seorang politisi ulung. Malah, sebaliknya ia bangga telah mengakhiri masa baktinya secara khusnul khatimah sebagai wakil rakyat sekaligus ketua DPRD Makassar selama dua periode.
Tanpa embel-embel jabatan sekalipun, Aru tak berubah. Tetap hadir di tengah sahabat-sahabatnya di warkop. Menginspirasi dan memberi pencerahan. “Kita bersahabat bukan karena jabatan, tapi kita hadir sebagai generasi yang sama, yang tahu arti dan makna untuk apa kita hidup dan kemana tujuan hidup yang akan dicapai,” kata Aru.
Di usianya yang 50 tahun, berbagai ucapan mengalir di group WhatsApp. Aru tetap mendapat atensi. “Terima kasih, kita tetap memelihara hubungan silaturahmi dan saling mendoakan kebaikan,” tulis Aru saat menerima ucapan selamat Ultah ke 50. (AndiEsse-AE)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini