Perang Azerbaijan-Armenia, Mayat Bergelimpangan

Perang pecah setelah Namoro Karabakh ingin memisahkan diri dari Azerbaijan. (Foto/Int)
Stop perang etnis – Kedua negara bekas republik Uni Soviet di wilayah Kaukasus ini kembali berperang di wilayah Nagorno-Karabakh, yang ingin membuat negara sendiri. Perbedaan mayoritas Nagorno-Karabakh yang Kristen dan Azerbaijan yang Muslim semakin memperkeruh persoalan.
menitindinesia.com, AZERBAIJAN – Perang besar yang pecah di wilayah Nagorno-Karabakh, antara militer Armenia dan Azerbaijan telah menelan korban jiwa yang luar biasa banyaknya. Kurang sepekan perang berlangsung, sudah lebih dari 4.000 tentara meregang nyawa dari kedua belah pihak.
Dari data Kementerian Pertahanan Armenia dalam keterangan resmi yang dilansir media Militer, Sabtu 3 Oktober 2020, disebutkan militer Armenia telah berhasil membunuh hampir dua ribu tentara Azerbaijan. Kemenhan Armenia menyebutkan, total ada 1.750 tentara Azerbaijan dalam pertempuran yang terjadi sejak 27 September 2020.
Selain itu, militer Armenia mengklaim telah menghancurkan satu peluncur roket berat Smerch, menembak jatuh 10 helikopter dan 5 pesawat serta 107 drone. Selain itu militer Armenia juga telah menghancurkan 205 tank baja.
Sementara itu, sebelumnya Kementerian Pertahanan Azerbaijan merilis data, bahwa dalam pertempuran di beberapa lokasi, militernya telah berhasil membunuh 2.300 orang tentara Armenia.
“Mulai dari 27 September hingga pagi ini, sekitar 2.300 prajurit musuh tewas dan terluka. Sekitar 130 tank dan kendaraan lapis baja lainnya, lebih dari 200 artileri, sistem roket peluncuran ganda, peluncur granat, sekitar 25 sistem pertahanan udara, 6 pos komando, dan Posko Pantau, 5 depot amunisi, sekitar 50 senjata anti tank, 55 kendaraan hancur dan terpaksa tidak beroperasi,” tulis Kemenhan Azerbaijan. (andiesse)


TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini