Danny Yakin Warga Lae-Lae Tetap Setia Bersamanya

Danny Pomanto bersama warga Lae-Lae. (FotoTimDP-Ftm)
Bakar semangat warga – Saat berkunjung ke pulau Lae-Lae untuk kampanye dialogis, Danny Pomanto membakar semangat warga. Ia meyakini warga Lae-Lae tetap setia dan tak akan meninggalkannya.  Wargapun bersemangat dan berikrar: kembali perbaiki Makassar bersama Danny-Fatma.
menitindonesia, MAKASSAR – Calon Walikota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto (Danny Pomanto) disambut hangat warga di Pulau Lae-Lae. Danny datang memakai baju orange, dan langsung menuju lokasi kampanye dialogis, Rabu (28/10/2020).
Warga mengelu-elukannya. Ternyata, warga Lae-Lae sudah lama mengenal dan dekat dengan mantan Walikota Makassar 2014-2019 itu. “Dari dulu kita sudah bersama Danny Pomanto,” ujar Sarifuddin, salah peserta di acara kampanye dialogis tersebut.
Setelah acara kampanye dialogis dimulai, Danny Pomanto mendeskripsikan suasana yang indah.
“Di pasir putih yang indah, di tengah laut kita berkumpul di pagi yang cerah. Di sini kita akan bicara tentang nasib kita dan masa depan kita. Ingat, 9 Desember mendatang, nasib kita akan ditentukan. Jangan salah. Jika salah mencoblos, lima tahun kita menderita lagi,” kata Danny, dalam sambutannya.
Danny juga bilang, Warga di Pulau Lae-Lae adalah seperjuangannya yang dia yakini akan memilih nomor urut 1. Kata dia, Danny-Fatma (ADAMA), adalah pilihan anak lorongna Makassar.
Ia juga tak lupa memperkenalkan Fatmawati Rusdi, calon wakil walikota yang akan mendampinginya.  “Fatma adalah perempuan tangguh, cerdas, baik dan lincah,” kata Danny.
“Insya Allah, memilih nomor satu sama dengan memilih masa depan yang lebih baik, karena hanya di pasangan ADAMA  ada perwakilan perempuan dan anak lorong-nya Makassar,” ucapnya.
Ia juga menegaskan, bahwa kemanangan Danny-Fatma nanti, juga adalah kemenangan bagi kaum perempuan. Jumlah pemilih perempuan di Pilkada Makassar, kata dia, lebih banyak.
“Dan hanya pasangan Danny-Fatma yang menggandeng perempuan. Karena hanya perempuan yang bisa mengerti masalah perempuan. Jadi Pasangan ADAMA ini adalah pasangan yang merdeka, bukan boneka,” ucapnya.
Sementara, Intan Muriaty (47), salah satu warga Lae-Lae mengaku selama Danny Pomanto tidak lagi menjabat walikota, telah terjadi kemunduran di Kota Makassar. Kata Intan, terutama masalah kebersihan dan pelayanan publik.
“Saya berharap warga Lae-Lae kompak memilih pemimpin yang baik, yakni nomor satu,” ujar Intan Muriaty yang juga penasehat walikota itu.
Sama dengan Intan Muriaty, Ardo, juga mengaku bahwa kinerja Danny Pomanto telah terbukti mengangkat derajat RT/RW, guru mengaji dan pemandi jenazah.
“Saya juga sebagai guru mengaji sangat senang dengan programnya Pak Danny yang akan memberikan insentif perbulan kepada rtrw termasuk guru mengaji. Pemimpin seperti inilah yang kami butuhkan karena peduli dengan rakyatnya,” kata Ardo.
Menanggapi keluhan dari warga pulau Lae-lae, Danny mengakui, sejak dua tahun lebih tidak menjabat, Makassar sudah banyak berubah. Warga mengeluhkan kemunduran yang terjadi.
“Jika ADAMA diberi amanah memimpin Makassar, semua aspek akan dibenahi termasuk soal pelayanan publik dan juga soal kebersihan lingkungan warga yang tidak lagi terurus baik. Satuji bisa saya bilang Tungguma!” ujar Danny.
Pada kampanye dialogis di Pulau Lae-Lae turut hadir tokoh masyarakat, RT/RW dan LPM. Hadir juga H Arsyad selaku tokoh masyarakat dari komunitas Anak Lelong dan juga komunitas simpul muda. #aliamin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini