Ketua Umum DPP Gempar NKRI, Drs. Akbar Polo - tetap akan turunkan massanya menuntut pertanggungjawab atas pelecehan kepada Jusuf Kalla. (Foto: Istimewa)
Solidaritas untuk JK – Solihin JK, putra mantan Wapres Jusuf Kalla, melarang seluruh simpatisan JK turun aksi mengingat masalah pandemi Covid-19 belum selesai. Larangan ini, tak diindahkan oleh Ketua Umum Gempar NKRI Akbar Polo. “Maaf besok kami akan tetap turun demo, ini persoalan siri’ na pacce,” kata Akbar Polo.
menitindonesia, MAKASSAR – Menindaklanjuti undangan terbuka untuk mengikuti Aksi Melawan dugaan fitnah kepada Jusuf Kalla, Minggu (06/12), Solihin Jusuf Kalla mewakili keluarga besarnya, menghimbau agar masyarakat Makassar tidak turun melakukan aksi demonstrasi dan melarang turun ke jalan.
“Kami atas nama keluarga mengucapkan terima kasih banyak atas dukungan dan doa dari masyarakat terhadap orang tua kami, namun dengan tidak mengurangi rasa hormat, kami meminta kepada seluruh masyarakat untuk tidak mengadakan aksi yang berujung pada berkumpulnya massa yang tidak terkontrol jumlahnya. Kita masih dalam suasana pandemi COVID-19 dan kita harus patuh dan mengikuti protocol COVID-19 karena kesehatan kita semua yang utama,” kata Solihin.
Lebih lanjut, Solihin mengungkapkan bahwa masih ada cara lain yang bisa dilakukan agar fitnah kepada Jusuf Kalla dapat terselesaikan. “Saya sendiri sudah melaporkan ke pihak kepolisian, mohon doa dan dukungan dari seluruh masyarakat kota Makassar agar kasus ini segera terselesaikan,” ujarnya.
Terpisah, Ketua DPP Gempar NKRI, Drs. Akbar Polo mengaku tetap menghargai pesan bijak dari Putra sulung JK tersebut. Namun, pihaknya akan tetap menurunkan massa aksi untuk melakukan demonstrasi menuntut pertanggungjawaban yang telah menyudutkan mantan Wakil Presiden RI ke 10 dan 12.
“Kami menghargai saran dari Pak Solihin, tapi maafkan kami atas nama Siri’nya Anak Bugis Makassar, DPP Gempar tetap akan melakukan aksi demonstrasi bela JK”, ujar Akbar Polo.
Lanjutnya, Polo mengungkapkan bahwa menyerang fitnah keji ke JK, sama halnya melukai perasaan orang Bugis-Makassar. “Apa boleh buat. Ini soal siri na pacce. Kami Lawan..!” tegas Polo. #adezakaria.