Corona tak pandang bulu – Juga tak bisa diperkirakan, siapa gerangan yang akan dipapar virus dari Wuhan itu? Ali Taher Parasong, sebelumnya tak menyangka, virus itu menjangkitinya. Ia dirawat karena Covid-19. Berselang lima hari, Ali meninggal dunia setelah berteleponan dengan Ketum PAN, Zulkifli Hasan. “Kami berduka cita,” kata Saleh Partaunan Daulay.
menitindonesia, JAKARTA – Ali Taher Parasong, Anggota Komisi VIII DPR RI, dipapar virus corona hingga meninggal, Jam 14.00, siang, Minggu (3/1/2021), di Rumah Sakit Islam Cempaka Putih, Jakarta. Politikus dari Partai Amanat Nasional itu meninggal setelah di rawat selama lima hari terjangkit karena Covid-19.
“PAN secara nasional berduka cita atas wafatnya Ali Taher Parasong,” ujar Ketua Fraksi PAN DPR RI, Saleh Partaonan Daulay saat mendengar kabar rekannya telah meninggal.
Saleh bercerita, Ali diketahui positif Covid-19 sekitar lima hari yang lalu. Ia lalu dibawa ke RS Islam Cempaka Putih, Jakarta untuk menjalani perawatan intensif. Kemarin, kondisi Ali sempat drop hingga harus dipasangkan alat bantu pernapasan.
“Drop kemarin sekitar pukul 16.00. Setelah dipasang selang, sudah mendingan habis magrib itu. Tadi pagi beliau masih bisa berbincang lewat telepon dengan Ketum Zulkifli Hasan. Tapi setelah Zuhur tadi, kondisi beliau drop drastis sampai akhirnya meninggal,” ujar Saleh.
Partai Amanat Nasional, kata Saleh, sangat kehilangan akan kepergian tokoh senior partai yang menjadi panutan bagi kader-kader mereka. “Beliau pejuang kami di Komisi VIII dan Baleg yang bersuara nyaring mengadvokasi publik. Beliau juga Ketua Fraksi PAN di MPR,” ujar Saleh.
“Kami benar-benar kehilangan. Beliau sosok humanis yang humoris. Kami akan kesulitan menemukan sosok seperti beliau lagi di partai,” lanjutnya.
Sampai saat ini, kata Saleh, pihak rumah sakit masih berkoordinasi dengan keluarga ihwal pemakaman Ketua Mahkamah Partai mereka itu. “Kita doakan semoga beliau khusnul khatimah dan seluruh keluarga yang ditinggalkan diberi kesabaran dan ketabahan,” ujarnya. #adezakaria.