Ilustrasi Foto: Kegiatan Dokter menangani Covid-19. (foto_edit_Menit)
Gugur sebagai pahlawan Covid-19 – Tiga dokter Anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Makassar, gugur saat melaksanakan tugas kemanusiaan. Selama masa pandemi Covid-19, sudah 9 dokter di Makassar, gugur terpapar virus corona. “Tiga lagi dokter anggota IDI Makassar meninggal,” kata Dr Siswanto Wahab.
menitindonesia, MAKASSAR – Keluarga besar IDI Kota Makassar kembali berduka. Korban dokter meninggal karena Covid-19 bertambah lagi. Tiga orang dokter anggota IDI Kota Makassar gugur sebagai pahlawan kemanusiaan.
“Tiga dokter tersebut masing-masing, Dr Leonard Hasudungan, Dr Robert Vincentius Philips, dan Dr Nasriyadi Nasir. Ketiga dokter ini menambah deretan dokter anggota IDI Makassar yang gugur berjumlah total sembilan orang,” ujar Dr Siswanto Wahab, di Makassar, Sabtu (2/1/2021), kemarin.
Selain ada sembilan dokter di Makassar yang meninggal terinfeksi virus, Siswanto juga menyebut, berdasarkan data yang dihimpun Tim Mitigasi PB IDI, tercatat sejak masa pandemi Maret-Desember 2020, tercatat 237 dokter yang meninggal.
“Meninggalya para dokter tersebut, semoga bisa menyadarkan masyarakat Makassar, bahwa jangan anggap remeh pandemi COVID-19. Saat ini tingkat penyebarannya lebih massif akibat klaster keluarga, klaster perkantoran dan di perparah klaster Pilkada sejak dari awal penyebaran virus Corona,” ungkapnya.
Untuk itu, IDI Kota Makassar menghimbau agar tetap waspada serta disiplin pakai masker, jaga jarak, cuci tangan. Sebab, Kota Makassar kini masuk lagi zona merah sehingga kebijakan pelonggaran aktifitas bisnis, kantor, sosial dan pendidikan perlu di ketatkan kembali setelah tingkat penularan kembali melonjak.
“Jumlah pasien yang membutuhkan perawatan juga semakin banyak, sehingga tenaga kesehatan kewalahan. Okupansi ruang isolasi di Makassar sudah diatas 85 persen dan ICU (Unit Perawatan Intensif) diatas 80 persen. Daerah-daerah lain juga sama saja, pasien terus bertambah, karena penularannya tinggi,” ujar Siswanto.
Ia juga menjelaskan, tingginya penularan virus jenis baru itu bisa dilihat dari data Sabtu 2 Januari 2021, kemarin.
“Saat ini kembali memecahkan rekor Positivity Rate mencapai 29,5 persen. Data harian Positivity Rate Indonesia sudah lima kali lipat melebihi standar yang ditetapkan Badan Kesehatan Dunia PBB (WHO), yakni 5 persen,” ujarnya.
Data info perkembangan harian (hari ke-289) Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Provinsi Sulsel yang dilansir, Sabtu (2/1) kemarin, tercatat ada 600 penambahan kasus baru. Kota Makassar memberikan kontribusi terbanyak, yakni 366 pasien baru.
Akumulasi total jumlah kasus baru di Sulsel, hingga kemarin tercatat 32.187 pasien dengan spesimen yang diperiksa 3.920. Angka Reproduksi (Rt) masih diangka 1,02. Sedangkan pasien dinyatakan sembuh ikut bertambah sebanyak 847 pasien, dengan jumlah secara akumulasi total 28.168 pasien. Pasien meninggal dunia bertambah dua orang, secara akumulasi berjumlah 601 orang. #adezakaria
Sumber: IDI Makassar dan Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Sulsel.