Marsel Dalangi Pembunuhan Istrinya Karena Tak Tahan Diselingkuhi

Moses Nabes setelah ditangkap polisi Katingan karena menjadi dalang pembunuhan istrinya. (Foto Ist: doc_menit)
Sering bertengkar – Polres Katingan berhasil mengungkap pembunuhan Fatimah didalangi oleh Marsel Naben, suaminya sendiri. “Dia menuduh istrinya berselingkuh,” kata AKBP Andri Siswan Ansyar.
menitindonesia, KATINGAN – Rumah tangga Marsel Naben (45 tahun) dengan Fatimah, istrinya, tak hanya retak, tapi berakhir tragis.
Marsel Naben, warga Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah, tega menyuruh rekannya, Yundi (31) menghabisi nyawa istrinya.
Dia meminta Yundi merampok dan sekaligus membunuh Fatimah (38 tahun) lantaran kesal selingkuh dan sering memicu pertengkaran.
Perintah Marsel itu dilaksanakan dengan baik oleh Yundi. Dia langsung mendatangi Fatimah.
Yundi memukul korban menggunakan kayu di bagian kepala dan perut. Setelah itu, Pelaku kemudian mengambil uang korban serta menyetubuhi korban yang tak berdaya.
Setelah mengetahui Fatimah sudah jadi mayat, pelaku lalu menyeretnya ke semak-semak.
Kapolres Katingan, AKBP Andri Siswan Ansyar, menjelaskan, dari keterangan Yandi, diketahui suami korban yang menyuruh Yandi merampok, memperkosa dan membunuh istrinya.
“Alasan Marsel melakukan itu, karena mereka sering bertengkar. Istrinya juga dituduh berselingkuh,” kata Kapolres Katingan, AKBP Andri Siswan Ansyar, Jumat (8/1/2021), kemarin.
Saat ditangkap, Yundi sempat melarikan diri, sehingga polisi terpaksa menembaknya untuk dilumpuhkan.
Kepada polisi, Yundi mengakui jika ia diperintah Marsel untuk merampok, memperkosa dan membunuh korban lantaran Marsel kesal karena sering bertengkar.
Polisi lalu melakukan pengejaran terhadap Marsel. Polisi berhasil membekuknya dan meyita sejumlah barang bukti.
Kedua pelaku, kini ditahan di Polres Katingan dan dijerat dengan pasal berlapis dengan ancaman dua puluh tahun penjara hingga seumur hidup atau hukuman mati.
Sebelumnya, petugas Polres Kabupaten Katingan, menggelar olah tempat kejadian perkara (TKP) atas tewasnya Fatimah yang ditemukan di semak-semak.
Korban yang sehari-hari berkerja di perusahaan perkebunan kelapa sawit ini, jasadnya dibawa petugas ke rumah sakit daerah setempat untuk dilakukan autopsi. #adezakaria
Sumber: Polres Katingan