Psewat Sriwijaya Air SJ182 type klasik Boeing 737-500 sebelum jatuh. (Foto: Doc Sriwijaya Air Capture_menit)
Sudah ada peringatan FAA – Sebelum terjadi kecelakaan Sriwijaya Air SJ182 rute Jakarta-Pontianak, FAA sudah mengeluarkan arahan darurat ditujukan pada 2.000 pesawat Boeing 737 yang lama parkir akibat pandemi Covid-19, kemungkinan terjadi korosi pada pesawat yang lama diparkir. “Pesawat kami rajin mengalami perawatan,” kata Jefferson Jauwena.
menitindonesia, MAKASSAR – Usia pesawat komersil Sriwijaya Air SJ182 type Boeing 737-500 yang jatuh di perairan Kepulauan Seribu, dikabarkan sudah berusia 26 tahun. Meskipun usia SJ182 itu sudah tua dan rawan ngadat, masih dianggap layak terbang mengangkut penumpang komersil.
Padahal, sejak 24 Juli 2020 lalu, Administrasi Penerbangan Federal (FAA), sudah memperingatkan: hati-hati menerbangkan pesawat jenis klasik Boeing 737 300, 400, 500, karena rawan mengalami korosi pada mesinnya setelah sekian lama parkir akibat pandemi Covid-19. Jenis pesawat yang dimaksud FAA itu, masih banyak digunakan oleh penerbangan di Indonesia.
Kemungkinan terjadi korosi pada mesin pesawat yang lama diparkir. Kerusakan ini dapat menyebabkan kegagalan pada mesin ganda.
Seperti yang direlease oleh FAA, pengawas mereka menemukan air check valve rusak saat mengeluarkan pesawat dari penyimpanan. Temuan ini menyusul empat laporan terbaru dari terhentinya mesin tunggal pada pesawat yang telah lama diparkir.
Menurut FAA, jika maskapai penerbangan menemukan korosi, mereka harus mengganti katup sebelum menerbangkan pesawat lagi.
Boeing mengatakan bahwa pihaknya telah menyarankan operator untuk memeriksa pesawat. Pabrikan juga mengatakan bila pesawat yang disimpan atau jarang digunakan karena permintaan yang lebih rendah selama pandemi COVID-19, katup yang dimaksud bisa lebih rentan terkena korosi.
Pada saat terjadi pembatasan aktifitas sosial masyarakat karena pandemi, maskapai global memarkir ribuan pesawat karena pandemi virus Corona, tetapi beberapa telah mulai terbang lagi karena permintaan meningkat. Kejadian ini juga menimpa Boeing 737-500 milik Sriwijaya Air yang jatuh tersebut.
Yang harus diwanti-wanti atas peringatan FAA itu, adalah maskapai penerbangan di Indonesia yang banyak mengoperasikan seri Boeng 737. Diketahui, Garuda Indonesia memiliki total 73 pesawat B737-800G, Lion Air memiliki 43 pesawat Boeing 737-800 dan 78 pesawat Boeing 737-900. Sriwijaya Air memiliki 6 pesawat tua Boeing 737-500, 16 pesawat Boeing 737-800, dan 2 pesawat Boeing 737-900.
Pesawat tua Boeing 737-500 punya Sriwijaya Air SJ182 yang masih dioperasikan dengan rute Jakarta-Pontianak, Sabtu (9/1) kemarin mengalami kecelakaan empat menit setelah lepas landas dari Bandara Internasional Soekarno Hatta, tepatnya pukul 14.40 WIB. Pesawat diduaga meledak dan jatuh di Kepulauan Seribu.
Direktur Utama PT Sriwijaya Air, Jefferson Jauwena, mengklaim dari segi kondisi, pesawat tua klassik Boeing 737-500 milik perusahaannya itu sehat sebelum mengudara. “Kondisi pesawat dalam keadaan sehat karena sebelumnya terbang ke Pontianak, (armada) PP dan Pangkalpinang,” ujar Jefferson.
Jefferson mengatakan maskapainya menjalani perawatan. Pihak maintenance, kata dia, juga memastikan perawatan berlangsung lancar.
Kepala Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Soerjanto Tjahjono mengatakan pihaknya masih menyelidiki sebab jatuhnya pesawat Sriwijaya Air.
Sriwijaya Air dengan rute Jakarta-Pontianak mengangkut 62 penumpang. Sebanyak 40 orang merupakan penumpang dewasa, tujuh orang anak-anak, tiga bayi, dan 12 kru. Semua penumpang, termasuk kru, diperkirakan semua tewas akibat kecelakaan tersebut. #adezakaria