Satu Lagi Perantau Asal Sulsel, Ditikam Preman Bersenjata di Papua

Polisi mengevakuasi jenazah korban penikaman preman bersenjata di Papua, dan akan dikirim ke kampungnya, Pangkep untuk dikebumikan. (Foto Ist)
Rusman bekerja sebagai ojek – Setelah mengantarkan penumpangnya ke Ilaga, Rusman dicegat enam orang preman tak dikenal. Entah apa sebab, Rusman langsung ditikam. “Korban meninggal karena kehabisan darah,” kata Komisaris Besar Polisi Ahmad Mustafa Kamal.
menitindonesia, PAPUA – Naas nasib perantau asal Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan. Selasa, 9 Februari 2021, kemarin, Rusman (40) dicegat enam orang gerombolan preman bersenjata.
Kepala Bidang Humas Polda Papua, Kombes Pol Ahmad Mustofa Kamal menjelaskan, bahwa korban usai mengantar penumpangnya ke Ilaga, dalam perjalanan pulang korban dicegat dan ditikam oleh preman tak dikenal.
“Korban berusaha melarikan diri, namun terjatuh karena kehabisan darah, korban pun meninggal dunia,” kata Ahmad Mustofa.
Lebih lanjut, dia menjelaskan, Polda Papua menerima laporan tindak kejahatan tersebut dan langsung memerintahkan aparat Polres Puncak segera mendatangi lokasi. Ternyata, kata Ahmad Mustofa, kedatangan polisi disambut berondongan peluru dari senjata yang diduga ditembakkan para bandit itu.
Saat ini, kata Kamal, ada sekitar 120 personel polisi di sekitar tempat kejadian. Namun dia menduga, polisi memerlukan tambahan pasukan hingga 500 personel untuk memukul mundur enam orang preman bersenjata itu yang juga diduga kelompok kriminal bersenjata (KKB).
Sekarang, kata dia, polisi sudah berhasil mengevakuasi jasad korban dan telah diterbangkan ke Timika sebelum dikirim ke kampung halaman korban di Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan untuk dimakamkan.
Sebelumnya, seorang warga pendatang asal Makassar, Darwis (32), juga tewas ditembak. Diduga pelakunya dari KKB. (andi ade zakaria)


TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini