AAI Soroti Biaya Politik Tinggi, Ismak: Ini Yang Sebabkan Semua Kepala Daerah Korupsi

Ketua Asosiasi Advokat Indonesia, DR Muhammad Ismak SH, MH. (Foto: Ist)
menitindonesia, JAKARTA – Ketua Asosiasi Advokat Indonesia, Muhammad Ismak, menanggapi kasus tangkap tangan yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap Gubernur Sulsel (non-aktif) HM Nurdin Abdullah beberapa waktu lalu.
Ismak meminta semua pihak untuk memikirkan jalan keluar bagi masalah tingginya biaya politik yang menjadi salah satu penyebab perilaku korup para pejabat publik.
“Biaya politik tinggi sejak awal harus menjadi alarm bagi siapapun yang memiliki hasrat untuk menjadi pejabat publik atau pemimpin daerah. Pikirkan kembali niat tersebut apakah benar mau mengabdikan diri atau hanya ingin menjadi penguasa,” kata Ismak di Jakarta, Rabu (3/3/2021).
Ketua Ikatan Alumni Unhas Jabodetabek itu mengingatkan, jika niat menjadi penguasa lebih besar, maka bencana bagi pemimpin hanyalah soal waktu.
Ia menyebut universitas dan para alumninya, termasuk Universitas Hasanuddin, kata dia, agar segera memikirkan dan memberi konstribusi bagi desain demokrasi yang baik dan benar, serta mengakomodasi model demokrasi yang benar-benar mengutamakan hak rakyat.
“Bukan model demokrasi yang hanya melahirkan penguasa dengan ego setinggi langit,” ucapnya.
Terkait dengan calon-calon pemimpin pada masa datang, kata dia, pers dan masyarakat terdidik diharapkan berperan penting dalam proses seleksi.
“Tak hanya mengulas profile pribadi, karena itu akan terjebak pada pencitraan, tetapi yang diharapkan, membedah isi kepala dan pikiran sang calon,” pungkasnya. (andi ade zakaria)


TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini