Sedih Stadion Mattoanging Lenyap, Najib Latandang Sarankan Pemkot Makassar Ambil Alih Asset Stadion Mattoanging

Mantan Pemain PSM era 80-an, Najib Latandang. (Foto: Ist)
menitindonesia, MAKASSAR – Pemain PSM era Tahun 1980-an, Nadjib Latandang, menyampaikan ungkapan perasaannya melalui keterangannya di WA mendengar stadion Mattoanging tidak lagi dilanjutkan pembangunannya pasca OTT Gubernur non aktif Sulsel, Nurdin Abdullah.
“Saya sedih Makassar tidak punya stadion sepak bola lagi, ini gara-gara setelah stadion Mattoanging yang menjadi ikon PSM itu diratakan dengan tanah dengan alasan mau renovasi. Setelah Gubernur ditangkap KPK, malah ini mau distop dan diubah jadi tempat parkir,” kata Najib Latandang, Sabtu (13/3/2021).
Ia juga mengungkapkan, kalau Stadion Mattoanging dulu merupakan pusat penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional yang ke-4 pada tahun 1957.
“Stadion ini dulunya adalah perkebunan milik pemerintah Hindia Belanda yang setelah kemerdekaan Republik Indonesia, atas prakarsa Andi Mattalatta yang merupakan panglima Kodam XIV/Hasanuddin, dijadikan Stadion Mattoanging,” ujar Najib.
Sehingga Stadion tersebut, kata dia, masuk kategori cagar budaya, yang tidak boleh dilenyapkan begitu saja, karena memiliki nilai-nilai sejarah.
Menurut mantan pemain tim nasional dan ikon PSM pada masanya itu, sejak awal  seharusnya, kata dia, stadion ini tidak langsung dirobohkan dan diratakan dengan tanah, tapi modelnya, paling tidak bagian depannya tetap dipertahankan untuk menjaga nilai-nilai historinya.
“Sekarang jejak Stadion Mattoanging yang mengandung sejarah olah raga di Sulsel itu sudah tidak ada. Sudah rata dengan tanah, bukannya mau memperbaiki tapi malah  dihilangkan. Ini menzolimi warga Makassar yang menjadikan stadion itu kebanggaannya,” ucapnya.
Lebih lanjut, Najib Latandang menyarankan kepada Walikota Makassar Ir Mohammad Ramdhan Pomanto atau Danny Pomanto, agar Pemkot mengambil alih rencana pembangunan Stadion Mattoanging dan menyelamatkan stadion tersebut berdiri kembali.
“Mestinya Pemprov dan Pemkot Makasar duduk bersama mencari solusi terbaik dan memenuhi harapan warga Sulsel khususnya warga Makassar untuk memiliki stadion bertaraf Internasional. Pak Danny bisa usulkan ambil alih asset stadion ini, biar urusan kota Makassar diurus saja sama Walikota,” ujarnya
Najib juga menyesalkan stadion dirobohkan tanpa perhitungan cermat termasuk anggarannya yang belum klar.
“Harusnya nanti uang tersedia baru dikerjakan,” tandasnya. (andi ade zakaria)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini