Corona Berbahaya Menyebar Luas di Jakarta dan Jawa Barat, IDI: Pakai Double Masker dan Hindari Pertemuan

Kedatangan warga India ke Indonesia cikal bakal hadirnya varian delta baru. (Foto: Fauzan/Antara)
menitindonesia, MAKASSAR – Lonjakan Covid 19 terjadi kembali di Jakarta setelah masuknya varian Delta corona baru dari India. Jenis varian berbahaya ini merajalela di India hingga, Indonesia membuka diri.
Warga India berbondong-bondong mengungsi ke Indonesia melakukan isolasi karena di India semua rumah sakit sudah kewalahan. Pasien tiap hari bertambah dan bahkan ada yang dirawat di jalanan umum setelah rumah sakit dan fasilitas kesehatan sudah tidak memadai lagi.
Ahli virologi Universitas Griffith Lara Herrero mengatakan, dalam momen transmisi yang terekam di CCTV dari penularan di Bondi Junction Westfield, virus didapati bertahan di udara cukup lama sehingga seseorang bisa menghirupnya dan terinfeksi. Transmisi kontak sekilas ini telah didukung oleh pernyataan-pernyataan beberapa tokoh.
Salah satu yang memperingati cepatnya penularan varian Delta, yakni Menteri Kesehatan New South Wales Brad Hazzard dan juga ahli epidemiologi dunia Eric Feigl-Ding.
“Secara global Varian Delta memang menyebabkan lonjakan kasus Covid-19 yang tinggi di beberapa negara, termasuk Indonesia. Kabar baiknya, sebagian besar vaksin yang beredar, masih bisa bekerja melawan Varian Delta ini,” katanya.
Dominasi varian virus pemicu Covid-19 yang lebih menular ini, turut memicu lonjakan kasus yang kembali meledak di Indonesia, terutama di DKI Jakarta dan daerah Pulau Jawa..
Kepala Lembaga Biologi Molekuler Eijkman Amin Soebandrio mengatakan, analisis terhadap data pengurutan genom utuh (whole genome sequencing/WGS) spesimen SARS-CoV-2 di bank data GISAID menunjukkan adanya dominasi garis keturunan (lineage) B.1.617.2 atau yang disebut varian Delta.
”Lineage B.1.1.7 atau varian Alfa dan B.1.470, varian yang sebelumnya dominan di Indonesia sejak awal pandemi mulai hilang. Varian B.1.466.2 yang sebelumnya dominan di Indonesia sejak kuarter terakhir 2020 juga menurun,” katanya.
Dari analisis peneliti Eijkman ini terlihat, varian Delta mulai banyak ditemukan pada sampel yang diperiksa pada Maret 2021 dan semakin membesar bulan Juni 2021–setelah kedatangan warga India mengungsi ke Indonesia–menggeser berbagai varian lain yang telah lebih dulu menyebar. Varian Delta baru ini telah ditemukan di Indonesia dan sudah menyebar luas di wilayah Jakarta dan Jawa Barat.
Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Jakarta menyarankan warga untuk menggunakan masker ganda untuk “memerangi” varian baru yang diyakini lebih mudah menyebar ini.
“Virus varian delta sangat infeksius, sehingga para pakar menyimpulkan kalau masker satu lapis itu tembus, sehingga masker dua lapis. Dua lapis itu minimal satu maskernya 3 ply. Jadi total 6 ply,” kata Ketua IDI Jakarta, Slamet Budiarto,
Penggunaan masker dobel itu, lanjut Slamet, bisa digabung masker medis dan masker kain, atau masker medis dan masker medis.
Jason Tetro, seorang ahli mikrobiologi dan pembawa acara “Super Awesome Science Show” mengatakan langkah terbaik guna mencegah varian baru lindungi diri dengan menggunakan pelindung seperti masker, memastikan berhubungan hanya dengan orang-orang yang dikenal dan dipercaya.
Direktur Medis dari Sollis Health Los Angeles Dr. Scott Braunstein menyarankan, di tengah situasi pandemi, sebaiknya seseorang mempersingkat waktu yang ia habiskan untuk berbelanja. “Setiap menit yang dihabiskan untuk berbelanja di dalam ruangan meningkatkan risiko terpapar,” ujar Dr. Scott Braunstein.
Selain itu, lanjut Dr Scott Brausntein, ketika pertemuan secara langsung diperlukan, maka ia menyarankan pertemuan tersebut sebaiknya dilakukan di luar ruangan.
“Banyak infeksi didapat melalui kontak di tempat kerja, jadi pastikan untuk terus menjaga jarak sosial di tempat kerja, memindahkan rapat atau pertemuan lain di luar atau virtual, dan sering cuci tangan dengan sabun,” pungkas Braunstein. (roma)


TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini