Mentan SYL Lakukan Intervensi Untuk Selamatkan Nasib Peternak Ayam Petelur di Masa Pandemi

Menteri Pertanian SYL Upayakan Selamatkan Nasib Peternak Telur Ayam di Masa Pandemi. (Foto: Ist)
menitindonesia, JAKARTA – Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo (SYL) ingin menstabilkan harga telur peternak ayam petelur mandiri yang selama ini berfluktuasi.
Mentan SYL mengambil, yakni menyerap 1 juta telur untuk menyelamatkan peternak mandiri dengan skala UMKM yang harga telurnya mengalami penurunan akibat dampak pandemi covid 19.
“Ini adalah agenda SOS yang dilakukan Dirjen Peternakan dan sebaiknya semua menghargai itu, karena membeli 1 juta butir tidak gampang, tapi kita berharap bisa serap sesuai kemampuan kita untuk stabilisasi harga,” SYL melalyui keterangannya, Selasa (2/11/2021).
Lebih lanjut, SYL mengatakan, konsep penguatan terhadap peternak mandiri ini sesuai dengan arahan Presiden Jokowi, bahwa pemerintah hadir pada semua kendala yang ada di masyarakat.
SYL menambahkan, faktor yang mempengaruhi fluktuasi harga telur ayam ras yakni volume supply di kandang dan daya serap pelaku pasar, pola konsumsi bersifat musiman (seasonal), serta mekanisme dan distribusi telur antar daerah. Untuk itu, guna menjaga kestabilan harga telur, ujar SYL, Kementan akan melakukan tiga agenda utama.
“Pertama, agenda sos yakni melakukan serap telur saat produksi melimpah. Kedua, agenda temporary yakni mendekatkan produksi jagung dengan sentra peternak agar kebutuhan pakan ternak bisa terserap. Ketiga, agenda permanen, yakni mendorong industri pengolahan telur,” ungkapnya.
Mantan Gubernur Sulsel dua periode ini menyebut, pihaknya sudah mengecek berapa harga telur di beberapa daerah setelah intervensi, dan secara bertahap sudah naik.
“Kemarin harga telur didaerah sudah mencapai 17 ribu/kg. Jadi sudah mulai mendekati harga stabil yang harus capai,” ujar SYL.
Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dirjen PKH), Kementan, Nasrullah, menambahkan, total jumlah telur yang diserap oleh Kementan sebanyak 1 juta butir telur ayam atau setara dengan 62,5 ton. Pada tahap pertama, kata dia, diserahkan sebanyak 30 ton dan sisanya sebanyak 32.5 ton akan diserahkan pada tahap selanjutnya.
Diketahui, daerah sentra produksi telur ayam peternak mandiri yakni di Provinsi Lampung, Jawa Timur, Jawa Barat, Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta serta di Sulsel, yakni di Kabupaten Sidrap dan Kabupaten Soppeng.
“Hari ini telah tiba 30 ton dan untuk selanjutnya akan dibagikan kepada yatim piatu, yayasan panti asuhan, seluruh karyawan dalam bentuk perbaikan gizi pada karyawan kita,” ucapnya.
Lebih lanjut, Nasrullah mengatakan potensi produksi telur ayam ras pada bulan Oktober sebanyak 426.241 ton, dengan tingkat kebutuhan 377.744 ton, dan berpotensi surplus 48.497 ton. Saat kondisi pandemi atau masa PPKM seperti saat ini, produksi berdampak pada tingkat konsumsi masyarakat terhadap daging ayam dan telur .
“Kita melakukan penandatanganan kerjasama antara Kementerian Pertanian dalam hal ini Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan dengan PT Biogen yang berkomitmen dalam menyerap telur secara langsung dari peternak UMKM di sentra produksi,” terang Nasrullah. (roma)


TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini