Koordinator FAK Sulawesi, Ahmad Mabbarani. (Foto: Ist)
menitindonesia, MAKASSAR – Koordinator Forum Anti Korupsi (FAK) Sulawesi, Ahmad Mabbarani, menilai kabar perselingkuhan yang menimpa salah seorang menteri dalam Kabinet Jokowi-Ma’ruf berinisial AH, tidak mempengaruhi kinerjanya sebagai menteri.
“Masyarakat tidak peduli kalau isu perselingkuhan pejabat. Itu dianggap biasa saja karena tidak mengganggu kesejahteraan mereka. Beda kalau pejabat korupsi, sangat merusak kehidupan masyarakat karena terkait dengan kepentingan publik,” kata Ahmad Mabbarani di Makassar, Sabtu (18/12/2021).
Menurutnya, banyak oknum politisi yang terlibat perselingkuhan, baik di pusat maupun di daerah, tetapi justru elektabilitasnya di ajang Pemilu malah meroket.
“Di beberapa Pilkada, issu kandidat berselingkuh tidak berpengaruh, malah tambah populer dan menang Pilkada. Ada contohnya, di Kutai Kartanegara beberapa tahun silam. Yang menang justru yang ditonton filem bokepnya,” ungkap Ahmad Mabbarani.
Terkait issu perselingkuhan yang menerpa AH yang juga Ketua salah satu Parpol koalisi Jokowi itu, ujar Ahmad, tidak berpengaruh pada pencapaian elektoral partainya dan juga pada elektoralnya sebagai bakal calon presiden nanti.
“Issu itu hanya berdampak secara individu dan pada keluarganya saja. Kalau sama publik, hanya jadi hiburan. Paling dia dicap politisi genit. Jadi kalau AH mau maju di Pilpres, dia harus menyelesaikan masalahnya itu secara internal,” ucah Ahmad Mabbarani.
Lebih lanjut, Ahmad menjelaskan, bahwa saat ini perselingkuhan di kalangan politisi memang marak. Ia menganggap, politisi sekarang sangat mudah mengkhianati pasangannya karena memiliki keterampilan berbohong dan sekaligus pandai bersandiwara.
“Jangankan pasangannya, rakyat saja bisa dikecoh, apalagi kalau hanya istri atau suaminya. Ini masalah moral saja, dan publik menganggap itu wilayah pribadi yang bisa diselesaikan secara pribadi tanpa mengganggu kepentingan publik,” terangnya.
Pejabat yang melakukan korupsi, menurut Ahmad Mabbarani, justru sangat berdampak pada perasaan publik karena korupsi itu menggerogoti uang negara yang mengakibatkan bertambahnya jumlah orang miskin.
“Jadi daya rusak politisi yang korupsi jauh lebih besar dibanding daya rusak politisi yang ketahuan berselingkuh. Buktinya, banyak oknum pemimpin yang berprestasi tapi juga punya selingkuhan. hehehe, kan itu kenyataan,” ucapnya.
Seperti diketahui, beredar kabar di jagat media di twitter tengah dihebohkan dengan isu tak sedap yang menimpa salah seorang Menteri berinisial AH.
Menteri AH dilaporkan ke Mabes Polri oleh seorang wanita karena kasus perselingkuhan. Kabar perselingkuhan itu diketahui dari unggahan video di kanal YouTube Hersubeno Point belum lama ini.
Dalam video itu diceritakan seorang wanita bernama Rifa Handayani mengaku pernah memiliki hubungan spesial dengan Menteri AH. Akan tetapi, pertemuan keduanya terjadi pada tahun 2012 di sebuah konser di Ancol, Jakarta.
Namun, di tengah jalan hubungan gelap yang mereka lakukan. Gara-gara ada masalah, Rifa mengaku diancam dan diteror oleh Menteri AH dan istri sahnya.
“Setelah perkenalan itu, kita akhirnya menjalin komunikasi dan berhubungan khusus hingga tahun 2013. Tiba-tiba pada bulan Juni masalah datang. Saya mendapat teror dan intimidasi dari AH dan saya blok nomor AH,” ucap Rifa Handayani.
Rifa bersama kuasa hukumnya telah melaporkan kasus intimidasi dan teror yang pernah dilakukan Menteri AH kepada Mabes Polri.
Sontak saja kabar Menteri AH selingkuh menjadi perbincangan hangat di twitter. Tak sedikit dari warganet yang memberikan ragam tanggapan. Isu ini pun menjadi trending topi di Twiter dengan tagar #AHSelingkuh. (roma)