Gotong Royong Bersihkan Sungai Butta Toa Maros, Warga Minta DLH Siapkan Bak Penampungan Sampah

Warga Gotong Royong bersihkan sampah di Butta Toa. (Foto: Ist)
menitindonesia, MAROS – Masyarakat di Lingkungan Butta Toa, Keluarahan Taroaada, Kecamatan Turikale, turun melakukan gotong royong membersihkan sungai sampah yang menumpuk jembatan sungai Butta Toa, pada, Minggu (19/20/2021), kemarin.
Setiap memasuki musim hujan, aliran sungai sering tersumbat karena arus sampah yang menumpuk di bawah jembatan, sehingga air sungai meluap dan menggenangi rumah-rumah warga, terutama di Butta Toa selatan, yang selalu menjadi langganan banjir.
“Setiap musim penghujan pasti air naik ke pemukiman warga. Ketika air sungai meluap, tinggi air hingga pinggang orang dewasa. Penyebabnya karena aliran sungai tersumbat akibat tumpukan sampah,” kata Rahmat Tuppu, salah seorang warga yang turut bergotong royong.
Selain tumpukan sampah, ujar Rahmat, dangkalnya saluran drainase yang bermuara ke Sungai Butta Toa, juga menjadi penyebab utama banjir di lingkungannya.
“Alasan ini yang membuat masyarakat dibantu pemerintah setenpat dari Kelurahan Pettuadae,bergotong royong membersihkan lingkungan,” ujarnya.
Rahmat berharap, Pemerintah Kabupaten Maros, mengupayakan perbaikan drainase dan memperlancar aliran sungai di Lingkungan Butta Toa agar bisa mengatasi banjir setiap musim hujan tiba.
“Kami juga meminta pemerintah, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Maros, menyiapakan fasilitas bak penampungan sampah dan tempat sampah bagi masyarakat Butta Toa Selatan. Selama ini, masyarakat membuang sampah di bantaran sungai karena tidak ada bak sampah yang tersedia,” ungkap Rahmat Tuppu.
Lebih lanjut, Rahmat menuturkan, sejak 20 tahun, taluk sungai Butta Toa Selatan, belum pernah dibenahi, sementara kondisi taluk saat ini sudah hancur dan sudah tidak sanggup menampung air sungai lagi
“Dinas Lingkungan Hidup Maros, selama ini sepertinya tidak pernah mau tahu kalau di lingkan ini sampah berserakan dan drainase tersumbat akibat tumpukan sampah. Kami sudah minta difasilitasi tempat sampah, tapi alasannya tidak ada anggarannya,” pungkas Rahmat. (roma)