DPRD Maros Gelar Rapat Penyerahan LKPJ Bupati Akhir Anggaran 2021: Ekonomi Maros Berangsur-Angsur Pulih

Penyerahan Bupati LKPJ Maros Akhir Anggaran 2021. (Foto: Ist)
menitindonesia, MAROS – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Maros menggelar rapat paripurna penyerahan Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban (LKPJ) Bupati Maros Akhir Tahun 2021 di ruang rapat utama DPRD Maros, Senin (14/3/2022).
Rapat tersebut dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Kabupaten Maros, HA Patarai Amir didampingi para wakil ketua, Hj Haeriah Rahman dan Hj Fatmawati. Rapat Paripurna penyerahan LKPJ ini juga dihadiri langsung oleh Bupati maros, AS Chaidir Syam dan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Maros.
Dalam sambutannya, HA Patarai Amir mengatakan, sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 3 Tahun 2007, Kepala Daerah wajib menyampaikan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban atau disebut LKPJ kepada DPRD berupa informasi penyelenggaraan pemerintahan daerah selama satu tahun anggaran yang disampaikan oleh kepala daerah kepada DPRD.
“Sesuai kewenangannya, DPRD sebagai lembaga perwakilan rakyat di daerah memiliki kewenangan untuk membahas LKPJ Bupati untuk mengukur kinerja pemerintah daerah dalam satu tahun anggaran,” kata Patarai Amir.
Setelah penerimaan dokumen LKPJ Bupati Maros tersebut, ujar Patarai Amir, DPRD segera membentuk Panitia Khusus (Pansus) untuk membahas isi dari LKPJ Bupati tahun 2021 ini. Menurutnya, setelah Pansus terbentuk, hasilnya akan disampaikan pada paripurna penyampaian rekomendasi, catatan dan saran DPRD terhadap LKPJ Bupati.
“Dokumen LKPJ yang diserahkan akan kami bahas melalui Pansus, dan hasilnya nanti akan kami sampaikan dalam rapat paripurna penyampaian rekomendasi DPRD terhadap LKPJ Bupati tahun 2021,” ujar Patarai Amir.
Sementara itu, Bupati Maros, AS Chaidir Syam, melaporkan bahwa kondisi Pandemi Covid-19 di Maros saat ini berangsur-angsur turun. Dia juga menyebutkan, kondisi ekonomi di maros yang juga terkena imbas krisis akibat pandemi, saat ini mulai bangkit kembali.
“Kondisi pandemi Covid-19, dirasakan dampaknya secara golobal, di mana berimbas pada menurunnya pendapatan dan mewajibkan pemerintah melakukan refocusin anggaran, sehingga banyak program dialihkan pada penanganan pandemi,” ujar Chaidir.
Namun, lanjut Chaidir, setelah kondisi pandemi berangsur-angsur pulih, kondisi perekonomian juga mulai bergairah kembali dan bangkit.
“Pemkab Maros saat ini mendorong terus pertumbuhan ekonomi agar meningkat, terutama dengan membangkitkan kembali UMKM, Selain UMKM industrui Bandara Sultan Hasanuddin Maros mulai aktifitasnya mulai pulih dan ini sangat mendorong perekonomian di Maros,” jelas Chaidir Syam. (asrul nurdin)


TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini