Pawang Sirkuit Mandalika Diduga Takabur, Hujan Deras Guyur Arena Balap MotoGP

Pawang hujan Sirkuit Mandalika dianggap tak berguna. (Foto: Ist)
menitindonesia, LAMPUNG – Balapan MotoGP di sirkuit Mandalika, Nusa Tenggara Barat, terganggu dengan hujan deras yang mengguyur Lombok, terutama di arena balapan, Minggu (20/3/2022).
Pihak MotoGP berusaha mengantisipasi cuaca dengan menyewa jasa pawang hujan untuk mencegah turunnya hujan.
Untuk memodifikasi cuaca tersebut, MotoGP mendatangkan Rara Isti Wulandari, pawang hujan yang kebetulan dianggap sakti mencegah hujan. Wanita asal Bali yang akrab disapa Rara ini mulai dipercaya sebagai juru pengotak-atik cuaca sejak Tes Pramusim MotoGp pada Februari 2022 lalu.

Dalam melaksanakan tugasnya, dia melakukan ritual tradisional untuk mengusir cuaca buruk. Berbagai sesajian ditebarnya di arena balapan.

Sebagai pawang yang punya pengalaman, Rara mendapat bayaran jutaan rupiah dari manajemen MotoGP. Melalui akun Facebook pribadi miliknya, Rara membagikan tangkapan layar berupa pesan notifikasi transfer.

Dalam tangkapan layar itu, diketahui Rara mendapatkan bayaran yang ditaksir mencapai jutaan rupiah. Namun untuk rinciannya, dia menutupi angka pertama.

“Alhamdulillah. Maturnuwuhn. Terima kasih. Rejeki Hoki All Universe Mandalika Street Circuit,” tulisnya dalam akun Facebook Cahaya Tarot Sabtu, 19 Maret 2022, kemarin.
Namun, mantra dan ritual yang dilakukan Rara ternyata sia-sia. Jelang dimulainya MotoGP, hujan dera mengguyur Sirkuit Mandalika, sehingga lomba harus ditunda sambil menunggu hujan reda.
Salah seorang pengunjung, Aminah Koentjoro (47), mengatakan pawang yang digunakan tidak ada gunanya karena tidak mampu memodifikasi cuaca dan hujan. Justru, lanjut Aminah, malah hujan deras mengguyur sirkuit saat lomba MotoGP hendak dimulai.
Ironisnya lagi, kata dia, justru si pawang masuk lapangan mencuri perhatian sambil hujan-hujanan melakukan ritual seolah-olah dia bisa menghentikan hujan.
“Ini sudah diluar rasio. Panitia koq mau saja dikibulin dengan pawang kayak gituan. Jelas ini ada unsur musyriknya,” kata Aminah saat dimintai komentarnya.
Salah seorang wartawan peliput MotoGP, juga mengomentari ulah pawang yang berhujan-hujan keliling arena untuk menghentikan hujan adalah perbuatan sia-sia dan hanya mencuri perhatian publik.
“Sungguh pawang ini tak ada gunanya. Malah bikin geli saja, koq mau percaya seperti itu. Malah kesannya takabur dan sombong. Yang bisa menghentikan hujan adalah Allah, bukan pawang yang memble,” tandas jurnalis tivi itu. (itho)