Arif Rosyid Dipecat di DMI, Ketua PILHI Duga Ada Oknum Yang Tidak Suka Ma’ruf Amin Diundang ke Istiqlal

Ketua PILHI, Syamsir Anchi. (Foto: Ist)
menitindonesia, MAKASSAR – Ketua LSM Pusat Informasi Lingkungan Hidup (PILHI), Syamsir Anchi, menyoroti kebijakan oknum pimpinan Dewan Mesjid Indonesia (DMI) yang telah melakukan pemecatan terhadap Wakil Sekjen DMI, Arif Rosyid Hasan.
Menurut Syamsir Anchi, sebenarnya tanda tangan (ttd) scan digital ini, dalam tubuh organisasi sudah menjadi hal yang biasa, apalagi jika ketua umumnya manusia yang sulit ditemui, biasanya disiapkan ttd digital yang digunakan untuk persuratan biasa, misalnya undangan rapat, undangan mengikuti acara atau pengumuman organisasi.
“Ttd Scan ini biasa saja. Hanya tidak boleh digunakan terkait surat keputusan atau kebijakan penting, termasuk tidak boleh digunakan untuk kuitansi atau transaksi. Kalau hanya berupa undangan, itu biasa aja kali dalam suatu organisasi,” kata Syamsir Anchi dalam keterangannya, Senin (4/4/2022).
Dia justru mengaku heran, kenapa tanda tangan scan Jusuf Kalla terkait undangan kepada Wakil Presiden Ma’ruf Amin dalam surat bernomor 060.III/SUP/PP-DMI/A/III/2022, prihal undangan untuk menghadiri festival Kick Of Ramadhan di Mesjid Istiqlal disoal pimpinan DMI?
Syamsir Anchi bilang, kalau dibaca substansinya, surat tersebut hanya berupa undangan biasa saja yang mengundang Wapres menghadiri kegiatan DMI, tidak lebih dari hanya sebatas undangan.
Dia menduga, ada oknum di DMI yang merasa tidak nyaman dengan kehadiran Wapres Ma’ruf Amin di acara DMI, sehingga undangan yang dibuat Wasekjen DMI, Arif Rosyid, kepada Wapres yang menggunakan ttd scan dipersoalkan.
“Karena ini tidak ada klarifikasi dari Arif Rosyid, jadi publik bisa saja memiliki persepsi, misalnya menduga, jangan-jangan ada oknum di DMI yang tidak suka kepada Ma’ruf Amin hadir di acara DMI, sehingga undangannya dipersoalkan,” ujarnya.
Atau, lanjut aktivis 98 ini, ada oknum yang kebetulan seorganisasi dengan Arif Rosyid memelihara rasa iri dan dengki kepada Arif Rosyid karena sepak terjang Arif Rosyid sebagai Timses Jokowi-Ma’ruf kemarin memberi pengaruh yang bagus dan mendongkrak ketokohan Arif.
“Hal ini juga kan sudah biasa, seperti zaman Abraham Samad memimpin KPK, dia dianggap culung sehingga ada oknum orang dari Sulsel sendiri yang menjatuhkannya,” ucap Anchi.
Apalagi, ujar Anchi, belakangan kiprah Arif Rosyid secara nasional melejit sejak ia menjabat Komisaris Bank Syariah Indonesia (BSI).
Sesuai amatannya, dia bilang, Arif getol mensosialisasikan program ekonomi Jokowi-Ma’ruf ke seluruh Indonesia, sehingga rakyat masih tetap mempercayai pemerintahan Jokowi, terutama kalangan milenial.
“Memang sih, orang yang tidak suka Jokowi-Ma’ruf, bisa jadi makin membuncah rasa benci, iri dan dengki kepada Arif Rosyid, sehingga anak ini harus dijungkirkan karena tidak berada pada lingkaran mereka. Akhirnya Arif ditarik agar jatuh,” ucapnya.
Anchi menyarankan agar Arif Rosyid melakukan klarifikasi terkait undangan dan pemecatan dirinya, agar publik tidak liar berpersepsi.
Kalau memang ada oknum yang melarang Wapres Ma’ruf Amin diundang pada acara Kick Off Ramadhan di Istiqlal itu, menurut Anchi, harus dijelaskan ke publik apa alasan mereka tidak menginginkan kehadiran Ma’ruf Amin di acara DMI.
Dikonfirmasi kepada Arif Rosyid untuk mengetahui apa latar belakang masalah ttd pada undangan Wapres tersebut, namun Airf Rosyid tidak merespon telepon dan pesan di WhatsApp. Panggilan telepon tidak dijawab dan pesan yang dikirim ke nomor Arif Rosyid hanya bercentang dua, pun tak direspon. (roma)


TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini