Wabup Maros Gelar Rapat Persiapan Pemberangkatan Haji 2022, Pastikan 142 Jamaah Haji Asal Maros Berangkat Tahun Ini

Wabup Maros memimpin rapat persiapan pemberangkatan haji asal Maros 2022. (Foto: Ist)
menitindonesia, MAROS – Wakil Bupati Maros, Hj Suhartina Bohari, memimpin rapat persiapan pemberangkatan Jamaah Haji Kabupaten Maros, tahun 2022, di Ruang Rapat Wakil Bupati, Kantor Bupati Maros, Selasa (11/5/2022).
Suhartina menyampaikan, bahwa informasi yang beredar kalau penundaan pemberangkatan jamaah haji disebabkan karena dana haji yang disetorkan jamaah dipakai oleh pemerintah untuk pembangunan infrastruktut. Dia menyebut, bahwa informasi tersebut tidak benar.
Mantan Anggota DPRD Maros dua periode itu, menegaskan, untuk pemberangkatan jamaah asal Kabupaten Maros tahun ini, akan diberangkatkan sebanyak 142 jamaah, yang terdiri dari laki-laki 52 orang dan perempuan 60 orang.
“Ya tahun ini, 1443 H atau 2022 M, jamaah haji asal Maros diberangkatkan sebanyak 142 orang dan sebanyak 28 orang tercatat dalam daftar cadangan. Informasi yang mengatakan dana jamaah dipakai pemerintah membangun infrastruktur, itu informasi yang tidak benar,” kata Suhartina Bohari didampini oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Maros, H Abdul Hafid Talla.
Selain itu, Tina Bohari juga berpesan, agar pihak pengelolah haji benar-benar memperhatikan kenyamanan bagi jamaah dalam melaksanakan ibadah haji, termasuk menjaga kondisi kesehatan para jamaah selama menjalankan ibadah haji nanti.
“Karena ini situasinya masih dalam Pandemi Covid-19, saya minta agar para jamaah diarahkan untuk tetap menerapkan protokol kesehatan, menjaga kondisi kesehatan agar tetap fit dalam melakasanakan ibadah nanti,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Maros, Abdul Hafid Talla, menambahkan dan mengimbau kepada ulama serta tokoh agama yang hadir agar menyampaikan kepada calon jamaah, bahwa ongkos naik haji yang mereka setor ke pemerintah, aman dan tidak pernah digunakan untuk kegiatan lainnya.
“Benar apa yang disampaikan ibu Wabup, ada yang sengaja menyebar informasi hoaks ke masyarakat kalau dana haji dipakai pemerintah untuk membangun infrastruktur. Itu hoaks dan menyesatkan. Karena itu kami minta semua tokoh agama, ulama dan warga menyampaikan kepada masyarakat kalau dana haji tetap aman dan tidak pernah digunakan oleh pemerintah untuk hal lain,” tegas Abdul Hafid Talla.
Dia juga menambahkan, bahwa untuk pemberangkatan Jamaah Haji asal Maros untuk tahun ini, akan diberangkatkan pada gelombang pertama.
Turut hadir dalam rapat tersebut, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Maros, KH Said Patombongi, Kabag Ops Polres Maros, Kompol Abriadi, dan Petugas Kesehatan dari Dinkes Maros, serta KUA se Kabupaten Maros. (asrul nurdin)