Sebarkan Meme 24 Tahun Reformasi, Ketua FAKK Ingatkan: KKN Harus Tuntas Diberantas

Ketua FAKK, Ahmad Mabbarani, saat memimpin aksi unjuk rasa di depan Gedung KPK beberapa waktu lalu. (Foto: Ist)
menitindonesia, MAKASSAR – Ketua Forum Aliansi Kontra Korupsi (FAKK), Ahmad Mabbarani, menyebarkan meme terkait peringatan hari Reformasi yang ditandai dengan lengsernya Presiden Soeharto pada tanggal 21 Mei 1998–24 Tahun silam. Dia mengingatkan, Reformasi sudah 24 tahun, saatnya Kolusi, Korupsi dan Nepotisme (KKN) tuntas diberantas.
“Sudah 24 tahun reformasi diperjuangkan. Kolusi, Korupsi dan Nepotisme (KKN) harus tuntas,” tulis Ahmad Mabbarani dalam meme capture foto dirinya yang sedang duduk di atas mobil komando di depan Gedung KPK, Jakarta. Meme ini diunggah melalui WhatsApp Group, pada Sabtu (24/5/2022).
Terkait peringatan 24 tahun reformasi, Ahmad Mabbarani, mengatakan, bahwa agenda utama reformasi 1998 sesungguhnya adalah memberantas KKN dan membuka ruang berdemokrasi serta kebebasan yang menjunjung tinggi hak asasi manusia (HAM).
Meski dua dasawarsa era reformasi, dia menilai, agenda reformasi belum tuntas dilaksanakan, terutama dalam hal pemberantasan korupsi. Bahkan, kata dia, justru yang terjadi saat ini maraknya praktik kongkalikong di tengah iklim demokrasi.
“Padahal demokrasi itu kan idealnya melahirkan clean gouverment, artinya pemerintahan yang bersih dan berwibawa,” ujar Ahmad Mabbarani.
Menurutnya, pemerintahan yang bersih dan berwibawa yang dia maksudkan, adalah penyelenggaraan manajemen pembangunan yang solid dan bertanggung jawab, sejalan dengan prinsip demokrasi dan pasar yang efisien, bebas dari praktik-praktik kongkalikong seperti KKN.
“Semangat reformasi harus terus dipelihara, karena capaiannya masih jauh dari harapan. Mulai sekarang kita harus mengajak semua elemen bangsa agar fokus pada agenda pemberantasan korupsi. Kalau mau Indonesia maju, berantas dulu KKN. Kalau kita membangun bangsa tapi praktik KKN belum tuntas hasilnya sama dengan nol besar. Hanya mensejahterakan segelintir orang dan melahirkan oligarki baru atau new oligarchy power,” terangnya. (roma)


TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini