Tahan TPP ASN Tak Booster, Guru Besar Unhas Puji Ketegasan Gubernur Andi Sudirman

Pakar Kebijakan Publik, Prof Tahir Kasnawi. (Foto: Ist)
menitindonesia, MAKASSAR — Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, belum lama mewajibakan masyarakat khususnya aparatur sipil negara (ASN) dalam lingkup Pemprov Sulsel untuk melakukan vaksin 3 (booster), mendapat pujian dari Guru Besar Universitas Hasanuddin, Prof Dr Tahir Kasnawi.
Gubernur termuda di Indonesia ini, mengeluarkan kebijakan tegas, akan menahan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) ASN di Pemprov apabila belum tercatat sebagai menerima vaksin boster.
Prof Dr Tahir Kasnawi menilai kebijakan Gubernur tersebut, sejalan dengan upaya pemerintah pusat untuk meningkatkan persentasi vaksin booster di Indonesia. Apalagi, kata dia, kebijakan yang tegas ini tidak masalah karena negara dalam keadaan pandemi.
“ASN harus menjadi garda terdepan, menjadi contoh bagi masyarakat luas. Bukan justru masyarakat yang disuruh vaksin ASN malah belum. Saya setuju dan memuji kebijakan Gubernur Andi Sudirman ini,” Prof Tahir Kasnawi, saat dikonfirmasi, Jumat (25/5/2022).
Pakar kebijakan publik ini menilai bahwa tindakan menahan TPP ASN bukan merupakan tindakan yang semena-mena, karena TPP berbeda dengan gaji.
“TPP itu beda dengan gaji. Gaji itu wajib dibayarkan kepada ASN. Nah, kalau TPP itu berbasis kinerja. ASN menjadi panutan masyarakat adalah kinerja juga, artinya salah satu instrumen kinerja. Ingat tiga kompetensi dasar ASN, teknis, manajerial dan sosial kultural. Nah sosial kultural namanya ini, di mana ASN menjadi contoh yang baik. Dan memiliki attitude yang baik,” ujarnya.
Kendati demikian, Prof Kasnawi mengingatkan Pemprov Sulsel untuk tetap mengecualikan bagi ASN yang tidak bisa divaksin secara medis sesuai rekomendasi medis.
Sekadar diketahui, sejak kebijakan ini diberlakukan, Klinik Kantor Gubernur Sulsel penuh dengan ASN yang ingin melakukan booster. (andi esse)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini